Sosiologi
Kompak: Keluarga Besar Departemen Sosiologi FISIP UNAIR usai acara. (Foto: Dok. Pribadi)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Departemen Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga, secara nyata berkomitmen membentuk karakter dan integritas mahasiswa baru melalui kegiatan Character Building. Kegiatan itu berlangsung pada tanggal 2-3 Februari 2018 di PSPA Bima Sakti Malang. Dengan mengangkat tema Sociology for Character and Education Spirit (Socrates), seluruh dosen dan mahasiswa menyatu dalam suasana penuh kekeluargaan.

Acara itu diawali dengan sambutan dari Dr. Sutinah, Dra., MS., selaku Kepala Departemen Sosiologi, FISIP UNAIR. Dalam sambutannya, ia menyatakan bahwa kegiatan Character Building bertujuan untuk menjalin komunikasi yang harmonis antara dosen dan mahasiswa. Selain itu, ia juga berpesan agar mahasiswa baru turut aktif dalam mengikuti setiap rangkaian acara.

“Acara ini dirancang agar mahasiswa baru lebih kritis, beretika, dan peka terhadap isu yang berkembang. Selain itu, kami berharap hubungan komunikasi antara dosen dengan mahasiswa dan komunikasi antara mahasiswa lintas angkatan bisa harmonis,” ujar Sutinah.

Sesi pertama, Daniel Teodore Sparinga, Drs., MA., PhD., memberikan materi tentang membangun sikap kritis mahasiswa. Ia menyatakan bahwa kunci sukses mempelajari sosiologi adalah peka terhadap lingkungan. Ia juga memaparkan beberapa modal dan tantangan yang harus dihadapi mahasiswa sosiologi.

“Mahasiswa sosiologi harus memiliki 4 modal, yaitu: peka terhadap lingkungan, berfikir teoritis, mampu mengaplikasikan metodologi, serta menguasi istilah sosiologi. Selain itu, kita juga harus siap menghadapi tantangan seperti: ideologi, doktrin, agama atau keyakinan, mitos, commonsense, hingga character of personality,” pungkas Daniel.

Kemudian, materi kedua tentang Gender Sensitivity and Awareness disampaikaan oleh Prof. Dr. Emy Susanti, MA. Dalam paparannya, Prof. Emy menjelaskan tentang berbagai isu sensitivitas gender serta pentingnya menerapkan kesetaran gender dalam kehidupan sosial.

“Dalam proses pembelajaran di kampus, bias gender tidak diperbolehkan. Mahasiswa dan mahasiswi harus diberikan kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensinya.” tutup Emy.

Pada materi terakhir, Prof. Hotman Siahaan juga memberikan ceramah akademis mengenai berbagai fenomena. Ia mulai mengkritisi gejala menurunya semangat mahasiswa untuk menghasilkan skripsi yang tebal dan berkualitas. Ia juga mengkritisi maraknya interaksi sosial yang hanya sekedar berkumpul tapi tidak bertemu.

“Fenomena Zaman Now tanpa sadar membuat manusia terjebak dalam kondisi berkumpul tetapi tidak bertemu. Maka dari itu, memperbaiki komunikasi adalah kuncinya,” ucap Hotman.

Pada hari terakhir, mahasiswa baru diajak “Ngopi (Ngobrol Pintar) Seduluran” bersama alumni dan mahasiswa angkatan 2014. Sesi ini bertujuan untuk menumbuhkan motivasi agar mereka semangat berprestasi. Selain itu, kegiatan Ngopi ini juga berupaya menjalin komunikasi yang baik lintas angkatan.

Salsabila Damayanti, Sosiologi 2017, menyatakan acara Character Building sangat menyenangkan dan bernuansa santai. Sehingga peserta bisa menyerap materi dengan baik.

“Acaranya sangat bermanfaat, open minded, dan menjadikan mahasiswa semakin kritis,” ujar Salsa.

Penulis: Roudlotul Choiriyah & Sari Kurnia Putri

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone