terakreditasi
Suasana penilaian prodi PPDS-1 Pulmonologi FK UNAIR. (Foto: Sefya Hayu Istighfaricha)
ShareShare on Facebook18Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Satu persatu program studi (prodi) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR) terakreditasi oleh lembaga LAM-PTKes. Dari 25 prodi yang dimiliki FK UNAIR, tercatat 11 prodi telah terakreditasi, sementara 14 prodi lainnya sedang menunggu giliran proses assessment (penilaian).

Prodi PPDS-1 Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FK UNAIR menjadi salah satu prodi yang saat ini sedang menunggu hasil penilaian oleh tim visitasi LAM-PTKes.

Dalam agenda visitasi tim asessor LAM-PTKes selama dua hari (6-7 Februari 2018), kehadiran Oea Khairsyaf, dr., Sp.P(K) dan Sudirman Katu, dr., Sp.PD-KPTI disambut oleh seluruh jajaran dekanat FK UNAIR beserta pengelola prodi, di Ruang Sidang C FK UNAIR.

Usai melakukan penilaian prodi PPDS-1 Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FK UNAIR, dalam waktu dekat, Lembaga LAM-PTKes akan kembali mengagendakan acara visitasi untuk prodi ilmu kesehatan mata serta prodi patologi anatomi.

Selain menargetkan akreditasi LAM-PTKes di semua prodi pendidikan dokter spesialis, FK UNAIR juga menargetkan akreditasi internasional pada dua prodi lainnya. Yakni, prodi S1 bidan serta prodi S1 pendidikan dokter.

Prodi S1 bidan saat ini sedang mempersiapkan akreditasi ASEAN University Networking-Quality Assessment (AUN-QA). Sementara pada Agustus 2018 mendatang, prodi S1 Pendidikan Dokter FK UNAIR bersiap untuk proses akreditasi LAMPT-Kes yang diakui oleh World Federation Medical Education (WFME) Internasional.

Wakil Rektor I Universitas Airlangga Prof. Djoko Santoso, dr., Sp.PD-KGH., Ph.D., FINASIM mengungkapkan, rencananya WFME akan mengakses lembaga  LAM-PTKes Indonesia, dan memilih UNAIR sebagai objek penilaian. Sehingga ketika objek penilaian ini lulus, maka LAM-PTKes akan diakui internasional.

Tahun ini, prodi S1 Pendidikan Dokter FK UNAIR juga akan segera menyusul lima program studi UNAIR lainnya yang lebih dulu terakreditasi Accreditation Agency for Degree Programs in Engineering, Informatics/Computer Science, the Natural Sciences and Mathematics (ASIIN). Yaitu S1 pendidikan apoteker, S1 biologi, S1 kimia, S1 matematika, dan S1 fisika.

Saat ini FK UNAIR sedang mempersiapkan diri menuju akreditasi internasional ASIIN yang diperkirakan akan berlangsung antara bulan Agustus-Oktober 2018 mendatang.

Akreditasi ASIIN diperlukan untuk memastikan bawa lulusan dokter FK UNAIR diakui dunia. Dengan mendapatkan pengakuan dari ASIIN, maka kompetensi lulusan dokter dapat diterima tanpa diragukan, baik yang akan melanjutkan studi maupun yang akan berkarir di level internasional.

“Semoga sejalan dengan pesan pak rektor bahwa menjaga mutu adalah segalanya,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Direktur Pendidikan dan Penelitian RSUD Dr. Soetomo Dr. Anang Endaryanto, dr., Sp.A(K) mengungkapkan, produk RSUD Dr. Soetomo tidak hanya pelayanan kesehatan, tapi juga memproduksi tenaga dokter profesional yang dikirim oleh FK, mulai dari dokter spesialis serta meningkatkan kualitas penelitian.

“Demi suksesnya pelayanan, kami juga harus memperhatikan semua prodi untuk melaksanakan visi dan misi. Karena RSUD. Dr Soetomo tidak bisa berkembang tanpa dukungan dosen dan peserta didik,” ujarnya. (*)

Naskah : Sefya Hayu Istighfaricha

Editor : Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook18Tweet about this on Twitter0Email this to someone