Perkuat Internasionalisasi Lewat Publikasi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Orasi Prof Hery
KETUA Lembaga Penelitian dan Inovasi (LPI) UNAIR Prof. Hery Purnobasuki, M.Si., Ph.D., saat menyampaikan orasi di hadapan mahasiswa baru program doktor, magister, spesialis, dan profesi. (Foto: Bambang BES)

UNAIR NEWS – Berbagai langkah dan usaha percepatan untuk menjadi 500 kampus kelas dunia terus dilakukan Universitas Airlangga. Salah satu poin penting yang kini terus digenjot adalah riset dan publikasi ke jurnal internasional, terlebih jurnal internasional yang terindeks Scopus.

Karena itu, saat memberikan orasi di hadapan mahasiswa baru program doktor, magister, spesialis, dan profesi, Ketua Lembaga Penelitian dan Inovasi (LPI) UNAIR Prof. Hery Purnobasuki, M.Si., Ph.D., menekankan pentingnya kontribusi riset dan publikasi guna mencapai tujuan untuk menjadi kampus dunia.

“Salah satu kontribusi untuk menjadi kampus kelas dunia memang harus dengan riset dan publikasi. Dan, inilah yang menjadi target oleh kementerian pusat agar posisi kita bisa sampai ke angka 500 dunia,” papar Prof. Hery.

Pada orasi yang disampaikan di Aula Garuda Mukti (1/2) tersebut, Prof. Hery juga menekankan peran mahasiswa baru agar turut serta menyukseskan target UNAIR. Sebab, perihal riset dan publikasi, mahasiswa dan dosen harus terus melakukan kolaborasi dengan baik. Jika hal itu dapat dilakukan, tambah dia, target mencapai 500 kampus dunia bisa terwujud.

“Mahasiswa yang baru dikukuhkan di sini, ada 700 lebih. Kalau dalam dua hingga empat tahun ke depan semua aktif riset dan publikasi, tentu akan banyak luaran yang dihasilkan,” terangnya.

Selanjutnya, guru besar Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNAIR itu menekankan adanya iklim akademis yang hidup. Sebab, iklim akademis yang hidup akan dapat mendukung suksesnya program riset dan publikasi.

“Perguruan tinggi itu dilihat dari kualitas akademik dan komunikasi ilmiah. Di luar negeri, aroma akademisnya sangat terasa. Sementara itu, negara kita masih disibukkan dengan aktivitas di media sosial,” tandasnya.

Perihal target, Prof. Hery menegaskan bahwa hal itu memang harus terus kejar. Bagi dia, hal tersebut bukan sekadar untuk mengejar gengsi. Lebih jauh dari itu, proses untuk meningkatkan kualitas bersama-sama adalah yang menjadi tujuan utamanya.

“Menjadi kampus dunia itu bukan masalah gengsi. Ini adalah proses untuk meningkatkan kualitas bersama. Karena itu, kalian semua akan dididik dan dikembangkan menjadi mahasiswa yang berkualitas,” jelasnya.

Pada akhir, Prof. Hery kembali menegaskan bahwa pentingnya menjadi kampus kelas dunia dapat memengaruhi beberapa aspek. Mulai kompetisi antar perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas, peningkatan kinerja dan tata kelola institusi, hingga peningkatan kesejahteraan internal dan eksternal.

“Dan, dari semua itu, ada citra publik yang baik yang akan juga terbangun,” pungkasnya.

Penulis: Nuri Hermawan

Editor: Feri Fenoria

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu