Dorong Maba Pascasarjana Jadi Mahasiswa Excellence with Morality

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Perwakilan mahasiswa pascasarjana semester genap tahun akademik 2017/2018 saat membacakan janji mahasiswa kepada almamater yang dipimpin Agus Sutiyono (kanan) dan Putri Selfi Widya Ratna, dalam prosesi penerimaan mahasiswa baru Universitas Airlangga, di Aula Garuda Mukti Rektorat UNAIR, Kamis (1/2). (Foto: Bambang Bes)

UNAIR NEWS – Sebanyak 764 mahasiswa baru pascasarjana Universitas Airlangga dikukuhkan Rektor Universitas Airlangga Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak, CMA., di Aula Garuda Mukti Kampus C pada Kamis (1/2). Mereka terdiri atas 517 mahasiswa jenjang Magister, 39 jenjang Doktor, 15 jenjang profesi, 178 jenjang spesialis, dan 15 orang jenjang subspesialis dari seluruh fakultas.

Dalam pengukuhan tersebut, Prof. Nasih mengingatkan segenap mahasiswa baru bahwa momen itu merupakan awal bagi mereka untuk bertanggung jawab terhadap pendidikannya. Pascasarjana, lanjut dia, merupakan tahap pengembangan ilmu pengetahuan untuk kemashlahatan manusia, bukan sekadar berkuliah.

“Setelah ini, langsung bisa Anda search pakar UNAIR yang sesuai dengan minat keilmuan Anda. Gunakanlah waktu sebaik-baiknya. Saya yakin Anda mampu. Sebab, masuk UNAIR tidak mudah. Jangan sampai bisa masuk, tapi tidak bisa keluar,” tuturnya.

Guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis itu juga mengimbau segenap mahasiswa baru menjadikan ”Excellence with Morality” sebagai pegangan atau dasar mereka dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Dalam berbagai bidang, mahasiswa diminta melakukan hal yang terbaik dengan mengacu nilai-nilai moral.

”Menjadi bagian dari UNAIR, Anda dituntut menjadi yang terbaik berdasar nilai moral. Excellence saja tidak cukup. Excellence tidak ada gunanya tanpa morality. Pun, hanya morality tak bisa mencapai hal yang maksimal tanpa adanya nilai-nilai excellence,” jelasnya.

Menandai pengukuhan mahasiswa baru pascasarjana semester genap tahun akademik 2017/2018, pemakaian jaket almamater secara simbolis yang diwakili oleh Anton Sujarwo dan Marisa Ayu Andarini. Bersamaan dengan ini, seluruh mahasiswa baru juga serentak mengenakan jaket “biru” almamater UNAIR.

Kemudian prosesi dilanjutkan dengan mengucap Janji Mahasiswa kepada Almamater. Janji ini dipimpin oleh Agus Sutiyono, S.Sos dan Putri Selfi Widya Ratna, SH, yang diikuti oleh semua mahasiswa baru pascasarjana.

”Disaksikan para Guru Besar, dekan dan wakil dekan, serta jajaran pimpinan UNAIR, janji itu telah kalian ikrarkan. Jadikan itu sebagai pegangan dan motivasi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan untuk kebermanfaatan yang lebih luas,” tandas Prof. Moh Nasih.

Cegah Benih Ketidakjujuran

Meski target world class university (WCU) menuntut mahasiswa program pascasarjana memiliki publikasi pada prosiding internasional terindeks Scopus, lanjut Prof. Nasih, plagiarisme tetap menjadi hal yang diperhatikan. Kepada mahasiswa baru, dia mengimbau untuk jujur dalam menempuh pendidikan.

”Minimal saat UTS atau UAS tidak mencontek. Sebab, ketidakjujuran dalam menempuh pendidikan menjadi benih-benih ketidakjujuran di bidang lain. Karena itu, UNAIR terus berupaya menciptakan iklim akademik yang sehat. Mata kuliah mahasiswa yang sudah ditempuh bisa saja dihapus jika terbukti telah melakukan tindakan plagiarisme,” sebutnya.

”Sekali lagi, kepada semuanya, saya sampaikan selamat. Selamat belajar. Jadilah mahasiswa yang excellence dengan berdasar morality yang baik. Dan, turut menjadikan UNAIR menjadi perguruan tinggi terbaik dunia,” tutur Prof. Nasih. (*)

Penulis: Feri Fenoria

Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu