Prodi Gizi FKM UNAIR Cegah Stunting pada Bumil di Keputih

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
stunting
Beberapa ibu hamil (bumil) melakukan konsultasi perihal komposisi asupan gizi mereka dalam peringatan Hari Gizi Nasional 2018 oleh Program Studi S1 Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga di balai pertemuan Kelurahan Keputih pada Rabu (31/1). (Foto: Feri Fenoria)

UNAIR NEWS – Memperingati Hari Gizi Nasional 2018, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga melalui  Prodi S1 Ilmu Gizi menggelar talk show bertajuk “Cegah stunting dengan konseling gizi dan gerakan masyarakat hidup sehat” di balai pertemuan Kelurahan Keputih pada Rabu (31/1). Kegiatan yang terselenggara atas kerja sama antara Prodi S1 Ilmu Gizi FKM UNAIR dan Kelurahan serta Puskesmas Keputih itu diikuti ibu hamil (bumil) di wilayah tersebut.

Koordinator Program Studi Ilmu Gizi Lailatul Muniroh, S. KM., M. Kes., menyatakan bahwa selain sebagai peringatan Hari Gizi Nasional, kegiatan tersebut bertujuan memberikan pengetahuan tentang pentingnya pemenuhan gizi terhadap bumil, terutama untuk mencegah terjadinya stunting. Yakni, kondisi anak mengalami kekurangan gizi yang mengakibatkan gangguan pertumbuhan sehingga anak lebih pendek jika dibandingkan dengan anak seusianya.

“Yang menjadi fokus adalah bagaimana sikap bumil terhadap seribu hari pertama kehidupan atau 1000 HPK. Maksudnya, penanganan janin mulai sembilan bulan dalam kandungan hingga lahir sampai dua tahun berikutnya, bahkan dapat dimulai sejak sebelum hamil,” jelasnya. “Sembilan bulan berarti 270 hari. Lalu, dua tahun sama dengan 730 hari,” imbuhnya.

Laila, demikian panggilannya, juga menambahkan bahwa stunting bisa saja muncul karena kurang terpenuhinya asupan gizi anak, bahkan sejak masih dalam kandungan. Kondisi itu disebabkan asupan selama hamil kurang secara kuantitas dan kualitas sehingga nutrisi yang diterima janin sedikit. Akibatnya, pertumbuhan janin dalam kandungan menjadi terhambat dan terus berlanjut setelah kelahiran.

Mencegah terjadinya stunting, lanjut dia, sebenarnya bisa dilakukan sejak calon pengantin, sebelum menikah. Gizi ibu sebelum hamil memang harus dijaga. Mulai asupan gizi hingga kesehatan secara keseluruhan.

Dalam kegiatan yang juga dihadiri Sekretaris Kelurahan Keputih Putut, S.H., dan Kepala Puskesmas Keputih drg. Dwiana Boediastika beserta jajaran tersebut, selain talk show, turut digelar senam untuk bumil. Termasuk dibuka sesi konseling atau konsultasi gizi ibu hamil oleh jajaran dosen dari Prodi Gizi FKM UNAIR.

Menjadi pemateri dalam talk show tersebut, Dr. Sri Sumarmi, S. KM., M.Si., mengungkapkan bahwa dalam masyarakat, perbedaan kondisi fisik pada bayi atau anak-anak dianggap sebagai gejala yang normal atau biasa. Padahal, hal itu merupakan masalah.

“Asupan gizi menjadi faktor yang memengaruhi kondisi fisik pada bayi,” sebutnya. “Karena itu, bumil mesti memperhatikan dengan baik asupan gizinya agar tidak terjadi stunting. Selain itu, agar bayinya dapat lahir dengan kondisi kesehatan yang baik,” tambahnya. (*)

Penulis: Feri Fenoria

Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu