“Pelangi V” dari UNAIR untuk Indonesia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Pelangi V
Tim Pelangi V saat berpose bersama anak-anak binaan di lokasi acara. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – School of Airlangga In Harmony – SCHOLAH UNAIR Mengajar kembali mengadakan Pelangi V di SDN IV Ngrejo, Dusun Wonokoyo, Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggung Gunung, Kabupaten Tulungagung. Program ini merupakan bentuk mini dari Indonesia Mengajar. Tujuannya membantu meningkatkan mutu pendidikan yang ada di pelosok negeri, dengan terjun langsung ke daerah 3 T (Terluar, Terdepan, dan Tertinggal).

Tim Pelangi V mulai diterjunkan pada Minggu (7/01) hingga Sabtu (27/01). Selama masa pengabdian, berbagai suka dan duka dilalui tim Pelangi V, yaitu Cindi Claudia Sagita Putri (FISIP), Adi Bintang Pradana (FEB), Fahmi Royani (FST), Dita Hartiningsih (Vokasi), Roidah (FH), dan Arham Azhari (FEB). Keindahan alam sekitar yang masih asri dan merasakan kehidupan masyarakat pesisir menjadi kebahagiaan tersendiri bagi mereka. Terlebih ketika melihat senyuman anak-anak kecil yang masih polos dan lugu seraya menghilangkan penat.

“Selain itu, kami juga belajar menjadi manusia seutuhnya yang masih meminimalisir penggunaan gadget,” tukas Arham M. Azhari kepada UNAIR NEWS.

Disamping itu, Azhari menjelaskan bahwa tantangan dalam kegiatan itu adalah saat anak didik cukup susah diatur, terkendala sinyal, dan berbagai permasalahan pendidikan, seperti masih banyak guru yang datang terlambat karena jarak rumahnya yang cukup jauh.

Dusun Wonokoyo sendiri terletak jauh dari hiruk pikuk perkotaan, penduduk sekitar mayoritas bermatapencaharian nelayan tradisional dan petani jagung serta pisang. Kehadiran Tim Pelangi V ini membawa antusias tersendiri dan diterima dengan baik. Hal ini lantaran Tim Pelangi juga mendatangi rumah-rumah warga untuk menjelaskan program yang akan dijalankan selama tiga minggu.

Terkait program kerja, mereka mengajar mulai dari jam 7 hingga 8 pagi sembari menunggu guru datang. Selepas itu, tim mulai mengajar di kelas-kelas kosong dikarenakan gurunya memiliki kepentingan lain sehingga tidak dapat hadir. Kemudian dilanjutkan dengan bimbingan belajar dan perpustakaan sore harinya.

“Pada malam harinya kami mengajar ngaji,” tuturnya.

Arham juga mejelaskan bahwa dalam jangka pendek, kegiatan itu masih belum bisa terasa dan belum jelas progressnya. Namun dalam jangka yang panjang pelan tapin pasti akan dapat terlihat bahwa kegiatan itu bisa membawa perubahan.

“Semoga program ini menjadi salah satu program andalan di UNAIR. Karena kegiatan ini memiliki makna yang dalam terhadap peran pengabdian. Meskipun masih dalam lingkup Jawa Timur, kedepannya semoga semakin meluas ke lingkup Indonesia,” harap  Arham yang juga anggota tim dari SCOLAH UNAIR MENGAJAR.

Penulis : Siti Nur Umami

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu