Ilustrasi
Ilustrasi oleh Feri Fenoria
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Libur semester bukan menjadi alasan bagi mahasiswa penerima bantuan pendidikan bidikmisi Universitas Airlangga untuk berhenti melakukan hal yang bermanfaat bagi sesama. Selain melakukan kegiatan Bidikmisi Goes to School (BMGTS) ke berbagai SMA, sebagian mahasiswa bidikmisi juga melakukan kegiatan “Camp Pengabdian” di daerah Lamongan.

Setelah sepekan mengabdi di pelosok Lamongan, mahasiswa yang tergabung dalam “Camp Pengabdian” 2018 banyak mendapatkan pelajaran serta pengalaman yang sangat berharga. Berikut petikan kesan dan pengalaman yang berhasil UNAIR NEWS himpun dari sebagian peserta yang telah usai mengikuti kegiatan “Camp Pengabdian” 2018.

”Menurut saya “Camp Pengabdian” 2018 dapat menjadi sarana pembelajaran yang bisa membentuk karakter mahasiswa agar lebih peka dan kritis terhadap kondisi sosial masyarakat. Sangat banyak nilai dan ilmu yang saya dapatkan dari kegiatan ini terutama nilai kehidupan seperti keikhlasan dan kekeluargaan. Semuanya terlalu manis untuk dilupakan. Camp Pengabdian 2018 akan menjadi salah satu catatan bersejarah dalam hidup saya.”

  • Zanna Afia Deswari, S1 Ilmu Informasi dan Perpustakaan 2017

“Bagiku “Camp Pengabdian” 2018 merupakan sarana belajar hidup di tengah masyarakat secara nyata yang dapat melatih kepekaan, kepedulian, dan melatih introspeksi diri. Saya bersyukur bisa menjadi bagian dari “Camp Pengabdian” 2018. Seseorang pernah berkata kepada saya, “Berikan satu nilai pada mereka  di sana, jika tidak bisa maka ambillah sebuah nilai dari mereka.” Terimakasih atas satu minggu yang terasa lama tapi begitu cepat berlalu ini.”

  • Zuraida Apriyana, S1 Sastra Indonesia 2016

“Kegiatan “Camp Pengabdian” 2018 adalah ladang pengalaman dan pembelajaran yang dapat menumbuhkan rasa kepedulian, kepekaan, dan tanggap terhadap segala situasi dan kondisi. Dengan mengikuti kegiatan ini saya menjadi tahu bagaimana menjaga kesabaran dan keikhlasan dalam melayani sesama. kegiatan ini juga menjadikan diri saya lebih tanggap terhadap segala situasi dan kondisi dalam masyarakat. Kegiatan ini dapat mengisi liburan dengan hal-hal yang bermanfaat sekaligus sebagai sarana introspeksi diri di awal tahun 2018.”

  • Topan Ramadhan, S1 Ekonomi Islam 2017

”Kegiatan “Camp Pengabdian” itu real banget perjuangannya, dari mulai sebelum subuh sampai malam itu full kegiatan seperti mengajar, mengaji, sosialisasi, dan bersih-bersih desa. Selama mengikut “Camp Pengabdian” sangatlah luar biasa, senang, bangga, dan penuh dengan emosional. Banyak canda tawa dari warga dusun Suwaluh dan anak-anak  kecil SD Negeri 3 Tulunrejo. Keren banget deh Camp Pengabdian kemarin, saya senang sekali.”

  • Esa Fatika Arif Dewi, S1 Ilmu Sejarah 2017

“Dengan adanya “Camp Pengabdian” ini kami berharap masyarakat bisa merasakan apa yang sebelumnya belum pernah dirasakan. Utamanya yang ada pada program-program kami, mulai dari aspek pendidikan, kesehatan, sosial, dan agama. Dengan niatan dari hati siap mengabdi, kami siap melakukan yang terbaik dan kembali dengan bangga. Tidak ada yang saling meninggi melainkan saling memberi pengalaman dan saling belajar baik masyarakat kepada kita maupun kita kepada masyarakat. Terakhir, Camp Pengabdian 2018 mengajarkan mengenai maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”

  • Hasbi One Ashiddiqi, S1 Sosiologi 2016

Penulis: M. Najib Rahman

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone