Ciptakan Aplikasi Diagnosa TBC, Mahasiswa UNAIR Raih Juara III di UI

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Logika UI
(Dari Kiri) Muhammad Hafiruddin, Bidayatul Mas’ulah, dan Machfud Hidayat, usai menerima penghargaan. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Tiga mahasiswa Universitas Airlangga meraih juara III pada kompetisi call for paper konferensi Logika 2018 yang diadakan oleh Universitas Indonesia, Minggu (28/1). Mereka adalah mahasiswa dari prodi Matematika atas nama Muhammad Hafiruddin, Machfud Hidayat, dan Bidayatul Mas’ulah.

Meski dari prodi Matematika, namun ketiganya berani mengikuti lomba bertema kesehatan, dengan memilih subtema kesehatan dan medis. Makalah yang mereka bawakan berjudul Aplikasi Model Fuzzy Dalam Diagnosis Penyakit Tuberkulosis.

Ketiganya membuat aplikasi untuk diagnosis penyakit Tuberkulosis (Tbc) berdasarkan gejala umum yang dialami penderita. Dari hasil diagnosa itu, dapat diambil sebuah kesimpulan, sehingga diperoleh hasil pra-diagnosis sebelum pasien pendapat penanganan dari dokter.

“Sebuah aplikasi praktis untuk diagnosis penyakit Tbc dengan metode fuzzy logic, mudah digunakan dan tanpa menunggu waktu yang lama. Sehingga, orang awam dapat melakukan diagnosis secara dini dan dapat segera melakukan pengobatan,” ujar Muhammad Hafiruddin selaku ketua tim.

Hal itu mereka kuasai karena pada prodi Matematika, mereka juga diajarkan tentang logika fuzzy dan membuat aplikasi berbasis visual basic. Ilmu inilah yang kemudian mereka gabungkan dengan menggali informasi lain seputar Tbc.

“Kenapa kami berani (mengambil topik, red) di kesehatan? Karena kami telah mendapat pembimbing klinis dengan SMF (Staf Medik Fungsional) Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi RS dr. Soetomo,” ujar Bida, salah satu anggota tim.

Sebelum membuat makalah, tentu ketiganya melakukan riset terlebih dahulu. Berawal dari Institute of Tropical Disease (ITD) UNAIR, Bida dan tim mencari pakar Tbc untuk melakukan wawancara. Mereka kemudian bertemu dengan Prof. Dr. Ni Made Mertaniasih, dr., MS., Sp.MK(K). yang memberikan referensi dan rujukan kepada dokter spesialis di salah satu SMF Tuberkulosis.

“Kami bertemu dengan Tutik Kusmiati, dr., Sp.P(K). Beliau menunjukkan rekam medik yang kemudian kami buat model matematisnya,” tambah mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Penalaran UNAIR itu.

Dalam keikutsertaan lomba, mulanya ketiganya mengirim abstrak terlebih dahulu kepada panitia. 15 besar abstrak terpilih berdasarkan subtema, berkesempatan mengirim makalah kepada panitia. Lalu, diambil lima makalah terbaik tiap subtema untuk melakukan presentasi di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UI. Dari rangkaian itulah, ketiganya berhasil meraih juara III.

Meski masih sebatas keikutsertaan dalam lomba, namun ketiganya berharap aplikasi yang telah diciptakan dikemudian hari dapat bermanfaat bagi masyarakat.

“Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan menjadi salah satu upaya yang dapat mengurangi angka kematian yang disebabkan penyakit Tuberkulosis, khususnya di Indonesia,” tambah Bida. (*)

Penulis: Binti Q. Masruroh

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu