Ilustrasi
Ilustrasi oleh Feri Fenoria R
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Airlangga, menjadi sosok yang akan UNAIR NEWS kupas pada Liputan khusus “Ketua BEM Kita” kali ini. Ialah M. Lutfi Al Jufri, mahasiswa Hubungan Internasional itu menuturkan berbagai hal seputar amanahnya menjadi Ketua BEM FISIP UNAIR tahun 2018.

Ditemui UNAIR NEWS pada Jumat (26/1), mahasiswa yang akrab disapa Lutfi itu menjelaskan bahwa menjadi ketua BEM merupakan salah satu cara untuk turut serta memberikan sumbangsih pembangunan, baik untuk almamater maupun bangsa. Ia juga menegaskan bahwa upaya pembangunan itu akan dilakukan dengan melibatkan seluruh komponen, utamanya mahasiswa.

Mahasiswa asal Tegal itu juga mengatakan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Oleh sebab itu, melalui BEM FISIP UNAIR ia akan mendorong seluruh mahasiswa untuk meningkatkan nilai dan kualitas, baik melalui berbagai kegiatan ataupun memperbanyak pretasi akademik dan prestasi non-akademik.

“Ketika kampanye, saya menekankan tentang peranan mahasiswa sebagai agen perubahan. Memang dari dulu hal ini sering digaungkan. Hanya saja, saya ingin membumikannya lagi,” paparnya.

Untuk menjadi agen perubahan, menurut Lutfi, mahasiswa harus menjauhi hal-hal yang tidak konstruktif. Terlebih pada era global seperti saat ini, mahasiswa harus lebih berpola pikir dan bekerja secara konstruktif. Oleh karena itu, tandas Lutfi, hal-hal yang tidak berguna lebih baik ditinggalkan.

 “Yang harus kita kerjakan sekarang ini adalah hal-hal yang berguna bagi lingkungan, almamater kita, dan tentunya bangsa Indonesia,” tuturnya.

Oleh sebab itulah, tambah Lutfi, mahasiswa seharusnya bukan mengharapkan dan menuntut sesuatu dari almamater saja. Lebih dari itu, mahasiswa seharusnya bisa memberikan dan menyumbangkan prestasi agar nama besar almamater dan bangsa bisa terangkat.

“Kita itu jangan melulu ngarep-ngarep apa yang kampus kasih. Justru kita harus berusaha maksimal untuk memberikan yang terbaik bagi kampus. Contohnya dengan prestasi akademik ataupun nonakademik yang bisa membawa nama harum kampus,” papar Lutfi.

Ditanya perihal peran serta BEM FISIP dalam mendorong UNAIR menjadi kampus dunia, Lutfi mengatakan bahwa untuk ke depannya, ia merencanakan untuk mengombinasikan pendidikan, ekonomi, dan pengabdian masyarakat dalam program kerjanya. Bagi mantan Staf Kementrian Pengabian Masyarakat di BEM FISIP itu, peningkatan kualitas bukan saja  hasil program di masyarakat,  melainkan terbentuknya jiwa kepedulian pada mahasiswa.

“Karena mau tidak mau, bukan hanya bangunannya saja yang semakin baik ataupun penelitiannya saja yang semakin terus meningkat, tetapi kualitas mahasiswa terhadap kepekaan sosial yang semakin baik juga perlu,” pungkasnya.

Penulis: Mohammad Alfarizqy

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone