Memuja apa ?

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
ilustrasi
Ilustrasi purenaturals.life

Biadari cantik ?

kenapa harus menunggu di dalam surga..

tiadakah bidari-bidadari di bumi ini yang akan memuaskan kesempurnaan dirimu ?

 

Ataukah hasrat nafsumu ?

ataukah hasrat nafsumu yang tiada terbendung itu, lebih menggila, mematikan dewa-dewi dunia yang menjanjikan cahaya sempurna di deretan keindahan surga nantinya.

 

Dalam transaksi apa pengorbanan hidup berkeping-keping itu kau jual,

sementara tangis yang lain berteriak meronta kesakitan, penuh laknat mencaci segala kesempurnaan cara pandangmu…

 

Siapa kawan, siapa lawan, siapa musuh siapa teman, kau libas begitu saja

kalau demi kecewa dan dendam, kamipun merasa lebih kecewa sebab dendammu…

kalau hanya demi sedih, kamipun lebih sedih…

kalau karena marah, kamipun juga berlipat marah…

telinga, mulut, seluruh gerak badan ini, kau congkel semuanya, tiada akan berarti apa-apa..

mimpimu hanyalah utopia,

sementara kami menyaksikannya penuh kecewa..

 

Masihkah, hatimu itu bersuara

Sementara kamu yakin Sang Maha Pelindung itu senatiasa mencahayai dan menjamin surga tanpa perlu membayarnya dengan darah mereka yang tiada berdosa..

Aku tak mengerti, hingga engkau turut menyulut sedihku,

 

Pada mereka yang memberikan janji palsunya,

yang menjual nyawamu,

yang mempersembahkan dirimu dalam pemujaan setannya,

sungguh mereka terlaknat,

apakah api nafsu telah membutakan segalanya, mendorong ketidakwarasan, membelah-belah hati suci yang para malaikat senatiasa membersihkannya.

 

Wahai, hamba pemuja sesaat,

pandanglah cahaya atas,

kuburlah dendam derita,

di atas langit Tuhan bertahta,

di bumi hanya hamparan tanah yang siap sirna.

 

Penulis: Risang Kusuma Putra

*)Pembelajar yang tinggal di risangkusumaputra@gmail.com

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Berita Terkini

Laman Facebook

Artikel Populer
Close Menu