Ilustrasi
Ilustrasi riaurealita.com
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

Mentaripun merasa adil membagi 24 putaran jam demi rembulan dan bintang-bintang

Mereka tak berebut menang di altar langit, justru penuh serasi

Lihatlah tatkala mentari menyinari dan bukan membakar seisi bumi

Dia juga berganti, menumbuhkan malam, dan rembulan setia memantulkan remang cahayanya

Bintang-bintang yang menggantungpun berpedaran bagai bulu domba yang kerlip-kemerlip

Sementara di bumi yang sama, di belahan yang berbeda siang berdedang dengan kerumun keramaian, di situ pula malam sunyi tersaji menyenyakkan

Inilah sandiwara tanpa perlu tawa, tatkala kebenaran siang di bantah dengan gulitanya malam

Begitupun mentari, ia hanya secuil cahaya dari ribuan cahaya bintang-bintang di angkasa

Maka bulanpun takdzim bertawaf mengitari bumi, dan bintang-bintang bersama mentari beredar patuh mengitari galaksi dalam dzikir bisunya

Begitulah terus mengalir pedar Cahaya-Nya memantul menerangi jagad raya, merasuk dalam jiwa-jiwa manusia untuk menghalau tabir gelapnya

Penulis: Risang Kusuma Putra

*)Pembelajar yang tinggal di risangkusumaputra@gmail.com

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone