Tiga Srikandi Raih Juara II Lomba Farmasi Bertema Metabolic Syndrom

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
3 Srikandi
(Dari kiri) Rebhika Lusiana, Yusvisca Nadhira Kanza, dan Laili Irfanah, saat membawa tropi dan medali. (Foto: Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Tiga mahasiswa Fakultas Farmasi (FF) Universitas Airlangga (UNAIR) meperoleh juara II dalam event kefarmasian bertajuk CPSE KOFEIN (Clinical Pharmacy Skill Event Kompetisi Farmasi Seluruh Indonesia) 2018, Sabtu lalu (20/1). Tiga mahasiswa itu adalah Rebhika Lusiana, Yusvisca Nadhira Kanza, dan Laili Irfanah. Ketiganya, saat ini sedang menempuh pendidikan di semester akhir.

Dalam lomba CPSE KOFEIN yang diadakan FF UNAIR, mereka berhasil menyelesaaikan beberapa babak. Yakni babak penyisihan dengan mengerjakan soal-soal, perempat final yaitu babak konseling dan presentasi media promosi kesehatan, semifinal dengan cerdas cermat, dan terakhir final dengan bentuk IPE (interprofessional education). Keseluruhan babak, menyajikan topik dengan tema metabolic syndrom.

“Dalam babak konseling, kami berperan sebagai apoteker untuk menyampaikan terkait obat kepada pasien. Nah di sini, setting-nya adalah konseling dengan resep,” ujar Rebhika.

“Sedangkan ketika presentasi media promosi kesehatan, kami mempresentasikan poster yang sudah kami buat,” tambahnya.

Terkait tema lomba, Rebhika menjelaskan bahwa metabolic syndrom merupakan sekumpulan gangguan metabolisme tubuh yang terdiri dari diabetes mellitus, hipertensi, dan dislipidemia yang dapat memicu terjadinya penyakit jantung koroner. Yang paling berbahaya, penyakit jantung koroner, stroke, dan semacamnya dapat menyebabkan kematian.

Rebhika mengatakan, di Indonesia angka kejadian (prevalensi) metabolic syndrom cukup besar dan diperkirakan akan terus meningkat. Hal ini disebabkan karena banyak faktor. Yang paling utama adalah pola hidup, yaitu olahraga dan aktivitas fisik yang kurang, dan makanan yang tidak bergizi seperti junk food, misalnya.

“Saat ini kan teknologi begitu memudahkan untuk pesen-pesan makanan on line gitu. Jadi masyarakat kurang gerak. Terus tuh, yang suka nonton tv sambil ngemil dan cemilannya kalori tinggi. Hehehe. Kemudian rokok juga jadi salah satu faktor,” imbuhnya.

Dalam babak promosi kesehatan, Rebhika dan tim mengusung sebuah gerakan yaitu mencegah dan mengatasi metabolic syndrom. Yakni cegah dengan CERMAT dan atasi dengan CERDAS. Berikut poster yang Rebhika dan tim buat.

Poster karya Rebhika Lusiana dan tim

Secara keseluruhan, ada 53 tim dari seluruh Indonesia yang mengikuti even ini. Mereka terdiri dari beragam perguruan tinggi yang memiliki jurusan maupun fakultas farmasi. Sementara Rebhika dan tim mendapat juara II, juara I diraih oleh tim dari Universitas Sebelas Maret (UNS), dan juara III dari Universitas Padjadjaran. (*)

Penulis: Binti Q. Masruroh

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu