Nadia Thabet, mahasiswi asal Le Havre Prancis, yang tengah mengikuti Academic Mobility Exchange for Undergraduate at Airlangga (AMERTA) Universitas Airlangga. (Foto: Helmy Rafsanjani)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – “Nice to Know you,” ujar Nadia Thabet sembari mengulurkan tangannya ketika ditemui tim UNAIR NEWS di Kampus B Universitas Airlangga. Perpaduan wajah Western dan Timur Tengah membuatnya tampak cantik disertai rambut keriting sebahu. Tutur katanya lembut dan murah senyum membuat obrolan semakin hangat. Mahasiswi asal Le Havre Prancis itu tengah mengikuti Academic Mobility Exchange for Undergraduate at Airlangga (AMERTA) Universitas Airlangga.

Pada awalnya, ia merasa tak percaya diri ketika hendak mengikuti program tersebut. Namun, dengan niat yang kuat ingin menambah pengetahuan baru, Nadia memberanikan diri untuk menginjakkan kakinya di Indonesia. Seluruh ketakutannya mengenai Indonesia musnah taktala ia kali pertama bertemu dan berkomunikasi langsung dengan orang lokal yang langsung menawarinya bantuan.

”Orang Indonesia ramah sekali. Aku sangat senang. Aku merasa berada di rumah,” tuturnya.

Meski baru setengah tahun menginjakkan kaki di Indonesia, Nadia sudah berkeliling ke beberapa daerah di Jawa Timur, ditemani Buddy-nya selama di sini. Seperti tak ingin kehilangan satu momen menikmati kehangatan orang Surabaya dan keadaan di sekitarnya, Nadia selalu menyempatkan diri berkeliling sekitar kampus setelah jam kuliahnya di UNAIR usai.

“Meskipun belum lama di sini, aku sudah berkeliling Kota Malang, Batu, dan pernah ke Blitar. Bagus sekali di sana,” ujarnya gembira.

Nadia memang masih menjalani program Amerta tersebut hingga enam bulan ke depan, dengan durasi yang lumayan panjang itu, ia sudah merencanakan perjalanan-perjalanan pelesir selanjutnya untuk menambah daftar pengalaman yang dikumpulkannya selama di Indonesia. Yang paling penting bagi Nadia, dirinya tak ingin kehilangan satu momen pun di UNAIR. Ia pun tak canggung untuk sekadar nimbrung dalam obrolan- obrolan teman barunya meski tak seberapa paham dengan bahasa Indonesia

“Bahkan, dosen dan mahasiswa bisa dekat. Dengan staf pun begitu. UNAIR seperti rumah kedua bagi mereka,” ungkap Nadia.

Ditanya mengenai melanjutkan kuliah di UNAIR, setelah menyelesaikan kuliahnya di Prancis, Nadia berkeinginan untuk bisa melanjutkan sekolah di UNAIR. Nadia sudah terlanjur jatuh hati dengan Kampus tersebut.

“Aku yakin Universitas Airlangga bisa mencapai 500 dunia dengan kedisiplinan dan kegigihan yang dimiliki,” ujarnya. (*)

Penulis: Faridah Hari

Editor: Feri Fenoria

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone