perpustakaan
Salah satu ruangan di Perpustakaan Kampus C untuk mencari e-book dan jurnal. (Foto: Feri Fenoria)
ShareShare on Facebook41Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Menyongsong target world class university (WCU) pada 2020, Universitas Airlangga terus melakukan program persiapan, baik fisik maupun nonfisik. Salah satunya adalah menyiapkan fasilitas kebutuhan dasar mahasiswa yang terbaik dalam mendukung proses pendidikan. Yakni, menyediakan perpustakaan yang representatif dan nyaman sekaligus memiliki koleksi buku yang lengkap.

Bertempat di halaman depan gedung yang teranyar, Perpustakaan Kampus C UNAIR yang baru diresmikan langsung oleh Wakil Rektor I Prof. Djoko Santoso, dr., Sp.PD-KGH., Ph.D., FINASIM pada Jum’at (19/1). Turut mendampingi dalam peresmian tersebut adalah Sekretaris Universitas Drs. Koko Srimulyo, M.Si., dan Kepala Perpustakaan UNAIR Prof. Dr. I Made Narsa, SE., M.Si., Ak. CA.

Pemotongan pita yang disaksikan para jajaran pegawai perpustakaan beserta perwakilan mahasiswa menjadi penanda dibukanya fasilitas baru itu. Sebelumnya, Perpustakaan Kampus C berada pada posisi menyatu dengan gedung kantor manajemen UNAIR, kini memiliki gedung sendiri di sebelah selatan bangunan yang dulu.

perpustakaan
Sekretaris Universitas Drs. Koko Srimulyo, M.Si., (kiri); Kepala Perpustakaan UNAIR Prof. Dr. I Made Narsa, SE., M.Si., Ak. CA. (kanan); dan Wakil Rektor I Prof. Djoko Santoso, dr., Sp.PD-KGH., Ph.D., FINASIM., setelah meninjau gedung Perpustakaan Kampus C UNAIR. (Foto: Feri Fenoria)

”Perpustakaan yang baru ini terdiri atas dua lantai. Lantai 1 berisi koleksi buku, baik koleksi umum dan khusus, maupun karya ilmiah. Selanjutnya, lantai 2 ditujukan untuk ruang diskusi dan membaca. Ada pula ruang khusus untuk mencari e-book,” jelas Prof. I Made saat ditemui UNAIR NEWS.

Prof. I Made menyampaikan, mahasiswa UNAIR mesti aktif mengoptimalkan fasilitas pendidikan, perpustakaan, yang ada. Sebab, perlu diketahui, dalam era digital seperti saat ini, secara jumlah, Perpustakaan UNAIR masuk dalam tiga besar pengoleksi e-book terbanyak se-Indonesia.

”Kita (UNAIR, Red) berada di bawah UI dan UGM. Inilah yang mesti dimanfaatkan,” ujarnya.

Dalam segi jumlah buku, lanjut Prof. I Made, koleksi Perpustakaan UNAIR mencapai 200.000 buku. Ada 10.000 e-book. Dan, terdapat jutaan jurnal. Seluruhnya tersebar di tiga kampus, baik Kampus A, B, maupun C.

”Untuk jamnya, Perpustakaan UNAIR buka hingga pukul 22.00 pada Senin sampai Jum’at. Sabtu juga buka,” sebutnya.

Menambahkan pernyataan Prof. I Made, Drs. Koko berpesan kepada mahasiswa untuk lebih dekat dengan buku. Banyak hal yang bisa didapatkan mahasiswa dari buku.

”Orang biasa bukan berarti tidak bisa menjadi apa-apa. Dengan buku, semuanya bisa menjadi siapa-siapa,” katanya.

Pada akhir, Prof. Djoko menyampaikan bahwa peresmian itu merupakan bagian dari komitmen UNAIR dalam upaya peningkatan kualitas civitas akademika, khususnya mahasiswa. Terutama dalam mempersiapkan lulusan yang mampu mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan baik.

”Sekaligus ini adalah upaya rekognisi internasional UNAIR dengan fasilitas yang memadai,” ungkapnya.

Penulis: Feri Fenoria

Editor: Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook41Tweet about this on Twitter0Email this to someone