Kelas Inspirasi
Rekha Finazis (batik cokelat) bersama anak-anak dalam Kelas Inspirasi Sidoarjo. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Menginspirasi siswa sekolah dasar (SD) bisa dilakukan dengan beragam cara. Salah satunya, melalui profesi. Seperti itulah yang dilakukan Rekha Finazis. Karena kepeduliannya terhadap siswa SD di pinggiran kota, ia tergerak hati untuk mengikuti Kelas Inspirasi Sidoarjo ke-4 yang berlangsung di SDN Pulungan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Senin (15/1) lalu.

Di hari inspirasi itu, Rekha berkesempatan berbagi cerita mengenai profesi yang ia geluti sebagai staf Pusat Informasi dan Humas di Universitas Airlangga.

“Awalnya tertarik karena senang bisa menginspirasi orang lain, bisa berbagi pengalaman ke adik-adik di SD,” ujar Rekha.

Kelas Inspirasi merupakan kegiatan yang mewadahi profesional dari berbagai latar belakang untuk ikut serta berkontribusi dengan mengajar di SD pinggiran dan terpencil yang minim fasilitas.

Selain Rekha, ada enam inspirator lain yang memberikan inspirasi terkait profesinya. Ada yang berprofesi sebagai instruktur yoga, laboran, apoteker, design grafis, rekam medis, analis medis, ada juga yang berprofesi di bidang keuangan.

Kondisi sekolah di SDN Pulungan tak cukup layak sebagai tempat belajar yang nyaman untuk siswa. Gedung sekolah kecil. Bahkan, penggunaan gedung kelas I, II, dan III harus bergantian karena keterbatasan. Jika Minggu malam hujan, maka keesokan harinya tak dapat dilaksanakan upacara bendera karena halaman yang becek.

Dalam kesempatan itu, Rekha memberikan penjelasan kepada anak-anak tentang profesi kerja di humas. Ia memberi penjelasan terkait divisi-divisi yang ada, seperti kegiatan protokol, customer care, multimedia, dan news room.

“Para siswa kelas VI sangat antusias mendengarkan cerita dari saya. Rasa antusias mereka bertambah ketika saya memutarkan video mengenai pekerjaan di humas dan gambaran terkait UNAIR,” tambahnya.

Meski segala pembiayaan kegiatan dilakukan secara mandiri, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat Rekha bersama para pengajar dan fasilitator serta dokumentator acara. Demi mengikuti Kelas Inspirasi ini, mereka rela untuk cuti kerja. Mereka pun datang dari beragam kota dengan biaya akomodasi dan penginapan secara mandiri.

Rekha mengaku senang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Kelas Inspirasi. Sebab di hari itu, ia bukan hanaya mengajar dan memberi inspirasi kepada siswa SD, namun juga belajar banyak dari mereka.

“Hari itu bukan hanya anak SD yang belajar dari kita, tapi kita juga belajar dari mereka. Saya pun juga belajar dari teman-teman relawan lain dengan latar belakang profesi yang berbeda-beda,” ujar mahasiswa program studi S-2 Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR itu.

Usai para pengajar memberikan inspirasi, anak-anak menuliskan cita-cita mereka di dalam kertas stiker yang telah dibentuk beraneka macam. Mereka lantas menerbangkan balon bersama bersama para pengajar dan fasilitator acara.

Atas terselenggaranya kegiatan yang berlangsung tiap tahun itu, Rekha berharap cita-cita yang dituliskan anak-anak dapat terwujud kelak ketika mereka dewasa. Seperti jargon Kelas Inspirasi, Sehari Mengajar, Seumur Hidup Menginspirasi.

“Saya berharap Kelas Inspirasi dapat menjadi media yang selalu menginspirasi generasi muda Indonesia. Menginspirasi sehari, tapi terekam seumur hidup mereka,” kata Rekha. (*)

Penulis: Binti Q. Masruroh

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone