visiting
Visiting professorship FK UNAIR hadirkan guru besar dari Belgia dan Jepang. (Foto: Sefya Hayu Istighfaricha)
ShareShare on Facebook38Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Mengawali tahun 2018, Departemen Urologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga kembali menggelar acara penganugerahan visiting professor kepada guru besar dari manca negara. Kali ini, dua guru besar berasal Belgia dan Jepang.

Prof. Dirk De Ridder dari UK Leuven Univerity Belgium dan Prof. Shigeo Horie dari Juntendo University Jepang adalah dua guru besar bidang Urologi yang berkesempatan menjadi keynote speech dalam acara visiting professor, di Aula FK UNAIR, Selasa (9/1).

Keduanya berorasi menyampaikan topik tentang upaya integrasi rumah sakit dan perguruan tinggi menuju pusat medis akademik berkelanjutan di negara masing-masing.

Dekan FK UNAIR Prof. Dr. Soetojo, dr.,Sp.U(K) berharap kehadiran dua guru besar dari perguruan tinggi luar negeri mampu mendongkrak peringkat UNAIR menuju world class university. Melalui kegiatan riset serta memberikan wawasan serta inspirasi civitas akademika untuk melakukan riset bidang.

”Target tahun 2018, kami menghadirkan 20 guru besar luar negeri ke UNAIR. Hingga kini, di FK, sudah ada sembilan guru besar,” ucapnya.

Sebelumnya, FK UNAIR melalui beberapa departemen lintas keilmuan telah menghadirkan sembilan guru besar. Yakni tiga guru besar dari Departemen Urologi, dan masing-masing satu guru besar dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Departemen Ilmu Bedah Saraf, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Departemen Obstetri dan Ginekologi, Departemen Rehab Medik, serta Departemen Orthopaedi.

Kerjasama FK UNAIR dengan Juntendo University dan UK Leuven Univerity Belgium telah berlangsung cukup lama. FK UNAIR telah terikat MoU dengan Juntendo University sejak tujuh tahun. Sementara MoU dengan UK Leuven Univerity Belgium telah berlangsung sejak enam tahun lalu.

Terpilihnya Prof. Dirk De Ridder serta Prof. Shigeo Horie telah melalui banyak pertimbangan. Dr. Lukman Hakim, Sp.U(K)., M.Kes., Ph.D mengungkapkan kedua guru besar tersebut berasal dari dua universitas bereputasi baik, terakreditasi, serta memiliki kredibilitas yang baik di bidang urologi.

“Kredibilitas Prof Ridder dan Prof Shigeo sebagai scientist terlihat dari keberhasilan mereka memublikasikan lebih dari 150 jurnal internasional terindeks Scopus. Selain itu mereka juga aktif dan terlibat dalam asosiasi urologi internasional lingkup Asia hingga Eropa,” kata Dr. Lukman.

Bentuk kerjasama ketiga belah pihak sejauh ini melalui program pertukaran mahasiswa dokter spesialis, dosen, hingga melakukan riset bersama.

“Kerjasama sejauh ini tidak hanya dalam bentuk pertemuan tatap muka, kami juga biasa berdiskusi secara online,” ujarnya.

Dekan FK UNAIR Prof. Soetojo berharap, upaya ini harus terus digalakkan. Bukan hanya untuk mencapai target publikasi jurnal internasional, tapi juga upaya peningkatan mutu serta kualitas pendidikan maupun keilmuan di UNAIR, terutama di FK.

Rangkaian acara visiting professorship Departemen Urologi FK UNAIR ini berlangsung selama tiga hari, terhitung sejak 8-11 Januari 2018. Selain seminar, berlangsung pula acara live surgery serta agenda kunjungan dua guru besar tersebut untuk meninjau secara langsung pasien urologi yang dirawat di RSUD Dr. Soetomo. (*)

Penulis : Sefya Hayu Istighfaricha

Editor : Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook38Tweet about this on Twitter0Email this to someone