Menggerakkan Minat Baca dengan “Perpustakaan Ontel”

UNAIR NEWS – Berawal dari keresahan saat melihat kurangnya minat baca yang terjadi pada masyarakat saat ini, sosok Yunaz Ali Akbar Karaman, mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah, Fakulltas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Airlangga mencoba mengurai permasalahan tersebut dengan cara menginisiasi adanya media membaca lewat perpustakaan keliling.

Yunaz memilih menggunakan sepeda lantaran dirasa lebih memiliki mobilitas dan dekat dengan masyarakat, bahkan anak-anak muda di warung kopi (warkop). Selain itu, saat ini ia juga fokus pada anak-anak kecil dengan mengajak membaca dan menulis banyak hal seputar dunia anak yang disebar secara gratis.

“Saya mencoba menjemput bola dengan langsung mendatangi masyarakat dari satu tempat ke tempat lain,” kata Yunaz.

Kepada UNAIR NEWS, mahasiswa kelahiran Malang, 24 April 1997 itu mengatakan bahwa perpustakaan keliling yang dinamai Perpustakaan Onthel Prasojo itu dimulai sejak bulan Agustus 2017. Untuk jangkauannya, Yunaz mengatakan bahwa lingkupnya masih di dalam Surabaya dengan berkeliling dari warkop ke warkop dan Car Free Day di kawasan Darmo. Namun pada bulan November yang lalu, perpustakaan keliling itu sempat menjangkau daerah Mojokerto.

“Nantinya, dalam jangka panjang saya akan memulai lebih jauh lagi sekaligus touring mengajak masyarakat untuk membaca,” terangnya.

Untuk melakukan program mulia itu, Yunaz juga menggandeng teman-teman relawan. Menurutnya, antusiasme kawan-kawan sukarela sangat tinggi, mereka pun memakai sepeda yang diberi kotak dari kayu untuk membawa buku-buku. Selain itu, relawan juga ada yang melakukan publikasi kegiatan tersebut lewat media sosial.

Perpus ontel
Perpustakaan Ontel siap beraksi. (Dok. Pribadi)

Selanjutnya, perihal konten bacaan, Yunaz dan tim tidak hanya menyediakan buku tentang sejarah, aksi massa, majalah, dan ensiklopedia, melainkan juga menerbitkan karyanya sendiri diantaranya, Cerita Rakyat dan Budaya Tradisi Nusantara, Berbagai Cahaya, Disastra, dan Janji Seekor Tikus dan Semut.

“Sebagian besar  buku kami memang masih berasal dari milik pribadi dan donasi dari masyarakat,” jelasnya.

Dalam mempelopori gerakan membaca di tengah kurangnya minat baca masyarakat, Yunaz merasakan berbagai kendala. Utamanya, kendala yang berasal dari diri sendiri, terlebih ketika semangat sudah melemah sehingga terkadang urung jalan.

“Semoga ke depan melek baca masyarakat lebih meningkat lagi dan pasti akan muncul ide-ide baru terkait solusi permasalahan bangsa ini atau gagasan masyarakat.” Harap peraih beasiswa Rumah Kepemimpinan yang saat ini menjabat sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIB UNAIR.

 

Penulis: Siti Nur Umami

Editor: Nuri Hermawan