Menemukan Jati Diri Melalui Organisasi

UNAIR NEWS – Mahasiswa dan organisasi merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Berbagai pilihan organisasi yang ada menjadi alternatif untuk mahasiswa mengembangkan potensinya. Untuk itu, pada Liputan Khusus “Ketua BEM Kita” kali ini, UNAIR NEWS berhasil menemui Miftahul Firdaus selaku Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Universitas Airlangga.

Mahasiswa asal Banyuwangi itu mengatakan bahwa organisasi merupakan sesuatu yang sangat penting. Selain itu, baginya, banyak sekali hal yang diperoleh dari organisasi, utamanya pengalaman dan ilmu untuk bekal terjun di tengah masyarakat nantinya.

“Menurutku organisasi itu sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dengan mahasiswa yang menimba ilmu di kampus, karena organisasi itu wadah belajar, berkarya, berinovasi buat teman-teman mahasiswa. Organisasi  sangat penting untuk kebaikan kita sebagai mahasiswa, dengan berorganisasi kita mampu menemukan jati diri kita sesungguhnya sebagai kaum intelektual,” tuturnya.

Selama di bangku perkuliahan, laki-laki yang akrab disapa Daus ini mengikuti berbagai organisasi diantaranya BEM FST 2016,  HIMATIKA (Himpunan Mahasiswa Matematika), serta BEM FST 2018.  Berbekal pengalaman organisasi di Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan di Sekolah Menengah Atas (SMA), Daus merasa bahwa tidak ada kesulitan terkait manajemen waktu antara kuliah dan organisasi.

Perihal amanah menjadi Ketua BEM FST 2018, Daus mengatakan bahwa kedua orang tuanya sangat mendukung kegiatannya. Meski demikian, orang tua Daus awalnya juga mengkhawatirkan kegiatan akademiknya.

“Orang tua sempat takut akan kegiatan akademik dan sempat hampir tidak diperbolehkan lagi untuk ikut organisasi. Dengan pendekatan maksimal dan meyakinkan, akhirnya di restui juga. Tapi pesan orang tua, kuliah jangan sampai dilupakan,” tutur mahasiswa yang hobi bermain badminton itu.

Aktif dalam berorganisasi memang sebuah pilihan. Terkadang, beberapa mahasiswa masih merasakan keraguan apakah organisasi memiliki dampak yang cukup positif bagi dirinya. Ketika diminta memberikan tanggapan tekait mahasiswa yang demikian, laki-laki kelahiran 3 Mei 1997 ini mengatakan bahwa terlibat dalam organisasi membuat seseorang lebih berkembang.

“Justru dengan terlibat dalam organisasi kita bisa lebih berkembang. Jangan melihat capeknya ketika kita berorganisasi. Capek pasti, tapi akan ada banyak manfaat yang bisa di ambil ketika kita berorganisasi, bukannya kita sedang beinvestasi untuk masa depan? Salah satu investasi yang bisa kita lakukan adalah dengan berorganisasi. Pentingnya organisasi memang tidak mampu kita ukur secara formal, namun bisa kita rasakan dengan perasaan,” pungkasnya.

Penulis: Pradita Desyanti

Editor: Nuri Hermawan