Ilustrasi
Ilustrasi Feri Fenoria R
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Relawan memiliki peran yang sangat penting dalam membantu pemerintah guna menjalankan misi pembangunan. Terutama dalam melakukan pembangunan berkelanjutan. Mengenai peran relawan, UNAIR NEWS berhasil menemui salah seorang Ksatria Airlangga yang turut berperan aktif dalam dunia kerelawanan. Ialah Wachidatul Qomariah, mahasiswa S1 Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga.

Mahasiswa yang akrab disapa Icha itu menyatakan bahwa dalam menjalankan peran sebagai  relawan, kerja sama menjadi modal utama. Sebab, dengan kerja sama yang baik, tambah Icha, fungsi kerelawanan untuk turut serta menyukseskan program pembangunan berkelanjutan bisa terlaksana dengan baik.

Mengenai peran penting relawan dalam pembangunan berkelanjutan itu, Icha menyatakan bahwa hasil dari upaya yang dilakukan memang tidak bisa dilihat dalam waktu dekat. Mahasiswa yang turut menggagas lahirnya komunitas Urban Care tersebut juga menegaskan bahwa perubahan yang perlahan bisa dilihat dari peran relawan, yakni adanya perubahan mental anak didik.

“Kegiatan volunter itu adalah kegiatan jangka panjang, bukan jangka pendek. Kadang kita merasa kok belum ada hasilnya. Memang sekarang belum terlihat, tapi nanti kita bisa merasakannya,” terang Icha.

Kerelawanan
Wachidatul Qomariah saat memberikan materi seputar kerelawanan dalam sebuah acara beberapa pekan lalu. (Foto: Nuri Hermawan)

Untuk mengoptimalkan peran relawan, tentu banyak tantangan dan hambatan. Menurut Icha, tantangan terberat yang dirasakan saat menjadi relawan adalah mempertahankan komunitas. Hal itu biasanya muncul dari rasa kurang kompak dari internal pengurus atau anggota komunitas.

“Jadi, dari internal harus dibangun lebih solid lagi agar seluruh relawan punya rasa memiliki terhadap organisasi. Jadi, muncul rasa kepedulian untuk mempertahankan komunitas bersama-sama,” katanya.

Selanjutnya, untuk menyiasati tantangan tersebut, Icha mengakui bahwa salah satu solusinya bisa dengan mengoptimalkan peran media sosial di tengah kemajuan zaman. Bagi dia, kehadiran media sosial bisa membantu dalam mengoptimalkan peran kerelawanan.

“Jadi, jenis relawan itu juga ada dua. Ada offline ada online. Sebagian mereka, ada yang bisa meluangkan waktu hadir. Ada pula yang aktif dalam menyumbangkan gagasan di media sosial,” imbuhnya.

Pada akhir, Icha menjelaskan bahwa peran media sosial juga bisa dirasakan saat komunitas mengadakan sebuah kegiatan atau menggalang dana. ”Jadi, seperti mengumpulkan buku buat anak-anak, kami menggunakan fungsi media sosial. Dengan begitu, kami pernah mendapatkan donasi buku dari berbagai wilayah di Indonesia,” pungkasnya.

Penulis: Nuri Hermawan

Editor: Feri Fenoria

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
mm

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).