Ilustrasi
Ilustrasi Feri Fenoria
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter1Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR  NEWS – “Dekan Kita” merupakan sajian baru yang menjadi bagian dari liputan khusus UNAIR NEWS. Liputan khusus “Dekan Kita” bakal menggali berbagai informasi tentang kiprah dan langkah-langkah startegis 14 dekan di lingkungan Universitas Airlangga. Kali ini, UNAIR NEWS berhasil  mengulas berbagai informasi dari Prof. Win Darmanto, drs., M.Si., Ph.D., selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknolog (FST), UNAIR.

Ditemui di ruang kerjanya pada Senin (8/1), dekan yang akrab disapa Prof. Win itu menyampaikan bahwa menjadi dekan bukan merupakan impiannya. Hal itu dikarenakan, ketertarikan yang ia tekuni selama ini adalah fokus pada bidang penelitian.

“Ya sudah, semua seperti air mengalir,” tandasnya. “Dorongan dan dukungan lingkungan sekitarlah yang sebenarnya membuat saya terpilih menjadi dekan hingga 2020 mendatang,” paparnya menambahkan.

Perihal amanah menjadi dekan, Prof. Win memiliki segudang strategi, utamanya dalam mengembangkan iklim riset yang kondusif. Dosen Departemen Biologi itu berkomitmen bahwa saat diawal menjabat, ia selalu berkeinginan untuk membawa fakultas yang dipimpinnya unggul di bidang penelitian dan kolaborasi dengan pihak luar.

“Entah bagaimana caranya, kami terus berupaya membawa iklim penelitian di FST UNAIR  bisa hidup,” ungkap Prof. Win dengan semangat.

Selanjutnya, Prof. Win juga menyatakan bahwa tantangan FST UNAIR untuk penelitian sampai saat ini ada pada laboratorium. Di FST UNAIR, laboratorium pendidikan untuk praktikum yang tersedia dengan baik, sedangkan laboratorium untuk riset masih dalam proses pengembangan.

“Kami selalu mengupayakan adanya penunjang riset yang memadai. Semua sudah mulai ada tambal dan proses,” jelasnya.

Tekad untuk mengembangkan fasilitas penunjang riset dinilai sangat penitng. Pasalnya, bagi Prof. Win, jika sarana laboratorium tersebut tersedia dengan baik, ke depan secara tidak langsung seluruh civitas akademika FST UNAIR dapat tergerak untuk menggenjot kualitas dan kauntitas riset.

Capai Target

Menjadi bagian dari UNAIR, FST UNAIR juga turut serta ikut andil dalam mengantarkan UNAIR menjadi kampus 500 dunia, salah satunya dengan capaian hasil penelitian. Untuk itu, Prof. Win menunjukkan berbagai hasil capaian riset yang selama ini sudah dilakukan. Tercatat pada tahun 2016 dan 2017 target untuk memenuhi jumlah jurnal yang terindeks Scopus dapat terlampaui semua.

“Kita sudah mencapai hampir 3 kali lipat dari target jurnal di 2017. Dan tahun 2018 ini kami dapat target untuk bisa menembus angka 450 jurnal terindeks Scopus,” tambahnya.

Tidak hanya dalam bidang penelitian, capaian lain yang diraih oleh FST UNAIR adalah akreditasi empat program studi oleh ASIIN (Accreditation Agency for Degree Programs in Engineering, Informatics/Computer Science, the Natural Sciences and Mathematics). Meski hasil akreditasi oleh lembaga akreditasi yang berkedudukan di Jerman itu belum keluar, Prof. Win merasa bangga bahwa FST UNAIR bisa terus berbenah dan bergerak ke jenjang internasional.

Selanjutnya, saat ditanya perihal pandangan terhadap mahasiswa sekarang, Prof. Win mengatakan bahwa terdapat penurunan produktivitas yang dilakukan oleh mahasiswa. Hal ini ditengarai karena dampak media sosial.

“Waktunya lebih banyak digunakan untuk membuka HP dari pada belajar. Kadang saya berfikir bagaimana kalau belajar itu lewat HP,” terangnya.

Pada akhir, Prof. Win berharap bahwa ke depan dorongan untuk meningkatkan produktivitas FST UNAIR semakin tinggi lagi, baik di bidang penelitian, pengajaran, dan kerja sama.

“Bangsa Indonesia ini perlu tenaga teknologi baik terapan maupun dasar yang menjadi tumpuan bangsa. Bangsa yang maju adalah bangsa yang jumlah engineer dan scientist-nya tinggi dan kualitasnya bagus,” ujarnya. “Tapi semua kerja itu harus ikhlas,” pungkas dekan yang mengelola 11 program studi itu.

Penulis: Hilmi Putra Pradana

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter1Email this to someone