Ilustrasi
Ilustrasi Feri Fenoria R
ShareShare on Facebook56Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – “Ketua BEM Kita” bakal menjadi liputan khusus dari UNAIR NEWS. Liputan khusus ini akan mengulas seputar berbagai hal dari Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) masa bakti 2018 yang tersebar di  14 Fakultas di Universitas Airlangga. Untuk kesempatan pertama yang tampil dalam liputan khusus ini, UNAIR NEWS berhasil menggali informasi dari Ketua BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB UNAIR) Rizky Ananda Putra.

Saat diwawancarai UNAIR NEWS melalui whatsapp pada Selasa (2/1), mahasiswa semester enam itu mengaku bahwa pentingnya sebuah organisasi bagi seorang mahasiswa. Baginya, pengalaman dan ilmu yang didapat di organisasi tidak bisa didapatkan ketika belajar di dalam kelas.

Menurut mahasiswa yang akrab disapa Ape tersebut, perubahan tidak akan dapat dilakukan sendiri, perlu adanya sebuah komunitas yang mendukung. Untuk itu, bagi Ape, harus ada sekelompok orang yang memiliki visi yang sama untuk mencapai perubahan tersebut.

“Selain itu, alasan terbesar saya bergabung organisasi agar bisa memberi kebermanfaatan lebih untuk orang-orang sekitar. Karena prinsip saya, sebaik-baik umat adalah yang bermanfaat bagi orang lain,” ujar alumnus SMAN 4 Surabaya tersebut.

Hingga saat ini, tercatat organisasi yang pernah diikuti oleh Ape semasa duduk di bangku kuliah ialah Sobat BEM FEB UNAIR Staf PSDM (2015) , Staf PSDM BEM FEB UNAIR (2016), Deputi Hubungan Luar BEM FEB UNAIR (2017), Dewan Pengawas HIMA Manajemen UNAIR (2017), serta kini ia menjabat sebagai Ketua BEM FEB UNAIR (2018).

Semenjak mengikuti berbagai organisasi tersebut, Ape mengaku tidak begitu kesulitan membagi waktu. Hal ini dikarenakan tekad dari awal yang sudah ia bangun bahwa untuk mengikuti berbagai organisasi harus lihai dalam mengatur waktu.

“Hanya saja kadang waktu istirahat menjadi tidak teratur lagi karena tidak jarang saya harus mengikuti rapat hingga tengah malam,” terangnya.

Meski berbagai kesibukan menumpuk, Ape memiliki prinsip bahwa segala kesulitan yang ia hadapi merupakan konsekuensi logis dari jalan yang ia pilih. Untuk itu, saat ada hambatan ia tetap semangat dan terus aktif dalam berorganisasi.

“Tipsnya main prioritas saja sebenarnya. Mana yang penting dan mendesak, penting dan tidak mendesak, tidak penting dan mendesak, serta tidak penting dan tidak mendesak. Kuadran ini yang sering saya pakai untuk mengurangi kegiatan yang sia-sia,” tuturnya saat ditanya tips membagi waktu.

Pada akhir, Ape mengaku bahwa sejauh ini, kedua orang tuanya tetap mendukung berbagai kesibukan dan kegiatannya. Selain itu, kepada mahasiswa yang aktif dalam organisasi Ape berpesan, jangan pernah merasa lelah dengan kesibukan dan perjuangan yang sudah dilakukan.

Insya Allah apa yang kita tanam saat ini mampu menjadi pertanggungjawaban atas hidup yang kita jalani sekarang ini dihadapan-Nya kelak,” pungkasnya.

Penulis: Pradita Desyanti

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook56Tweet about this on Twitter0Email this to someone