Mahasiswa termuda
Tiga mahasiswa termuda UNAIR saat berpose di depan lorong NIAS. Spot foto terbaik di kampus kedokteran UNAIR.
ShareShare on Facebook55Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Setelah mengulas banyak hal tentang mahasiswa termuda di bagian I dan II. Kali ini di bagian akhir, UNAIR NEWS mengulas perihal kesibukan dan alasan ketiganya memilih kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Perihal berbagai kesibukan, ketiga mahasiswa memiliki segudang kesibukan yang beragam.

Zamzam memiliki cara tersendiri untuk menyikapi seabrek kesibukan yang dia jalani setiap hari. Namun, satu hal yang menjadi prinsipnya adalah sebisa mungkin untuk mengikuti kegiatan yang dinilai bisa menjadi sarana untuk mengembangkan diri.

Meski hari-hari dilalui dengan banyak kegiatan, Zamzam tidak lupa menyisakan waktu luang untuk sekadar bermain-main dengan teman dan sahabat. Bagi dia, dengan menyediakan waktu luang untuk melakukan sosialisasi dan menjalin keakraban dengan sejawat, dia menilai bahwa hal itu sebagai salah satu cara untuk mengekspresikan kodrat manusia sebagai makhluk sosial.

”Sebab, ke depan, hidup itu bukan tentang karir dan rutinitas kerja saja, tapi juga bagaimana kita bisa menjalin hubungan sosial secara baik dengan orang lain,” jelas Zamzam.

Sedangkan Andreas, memilih untuk tetap fokus pada tujuan utamanya studi di FK UNAIR. Akademik memang kerap menjadi prioritas, meski dia juga mencoba untuk tetap menyibukkan diri dengan urusan yang lainnya.

”Jadi, kadang-kadang saya kerap dikatai orang yang keras kepala. Namun, bagi saya, itu semua bergantung pada pandangan masing-masing. Kalau kita sudah dewasa, tahulah prioritas mana yang harus kita lakukan,” paparnya.

Berbeda dengan Andreas, Faiz justru merasa lebih senang mengikuti berbagai kegiatan yang berkaitan dengan urusan organisasi. Meski dia merasa terkadang harus kelabakan jika ada kegiatan yang menumpuk dalam satu hari.

”Kalau tidak ada acara yang menumpuk dalam satu hari, bisa lah membagi. Tapi, kalau pas numpuk, ya sering berangkat pagi dan pulang malam,” tuturnya.

Kenapa FK UNAIR?

Pada akhir wawancara, ketiganya ditanya perihal alasan mengapa memilih FK UNAIR. Saat menjawab hal itu, Faiz menuturkan bahwa selain lokasi kampus yang tidak jauh dari rumahnya di Gresik, dirinya juga memiliki pengalaman saat kecil pernah dirawat di RSUD dr. Soetomo. Jadi, dia terinspirasi untuk menjadi dokter suatu hari nanti.

”Selain dekat dengan rumah, kampus yang baik ini pernah memberikan pengalaman waktu saya kecil,” ujar Faiz yang empat kali ditolak seleksi masuk kampus dengan berbagai jalur.

Lain halnya dengan Faiz, Zamzam menuturkan bahwa sejak awal punya keinginan yang kuat untuk bisa masuk FK UANIR. Bagi dia, selain kualitas dan nama yang sudah terkenal, Zamzam tertarik dengan kondisi bangunan FK UNAIR yang merupakan peninggalan Pemerintah Hindia Belanda.

”Selain sudah terkenal, FK UNAIR ini kan memiliki bangunan yang unik. Beda dengan yang lain,” terangnya.

Sementara itu, Andreas menuturkan bahwa dari segi kualitas, FK UNAIR, bagi dia, sudah tidak diragukan dan menjadi salah satu pelopor FK di Indonesia. Selain itu, Andreas mengatakan bahwa studi di FK UNAIR memang tidak jauh berbeda dengan pikiran sebelumnya.

”Selain UNAIR sudah terkenal bagus, banyak orang yang rajin dan memiliki ambisi kuat untuk maju. Di sini, saya juga yakin akademik dan diri saya bisa berkembang dengan baik,” tandas Andreas.

Penulis: Nuri Hermawan

Editor: Feri Fenoria

ShareShare on Facebook55Tweet about this on Twitter0Email this to someone
mm

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).