Kerja sama lintas negara
SESI foto bersama dalam acara penyambutan oleh Asia University, Taiwan, terhadap delegasi Universitas Airlangga. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Sebagai bentuk nyata dari kiprahnya di dunia internasional, Universitas Airlangga kembali mendapat kehormatan untuk melakukan riset kerja sama dengan Asia University, Taiwan. Sebanyak sepuluh peneliti UNAIR mendapatkan kehormatan untuk memaparkan bidang riset yang berbeda pada Selasa (26/12).

Bidang riset yang menjadi bidang kajian untuk kerja sama tersebut adalah tropical disease, stem cell, protein engineering,  IT,  drug discovery, anthropology, psychology, economic business, dan public health. Perihal itu, Dr Purwati, dr., Sp.PD., KPTI., FINASIM., selaku ketua tim Stem Cell menyatakan bahwa  kolaborasi riset antara Stem Cell Research and Development Center Universitas Airlangga serta Asia University dilakukan dalam bidang bioteknologi dan biomedical enggineering.

”Untuk hal ini, kami mengupayakan pengembangan stem cell dan 3D printing,” ujar Purwati.

Selanjutnya, Purwati mengungkapkan bahwa di UNAIR sebagai center of excellent stem cell di Indonesia yang ditetapkan Ristek Dikti pada Juli tahun ini telah selangkah lebih maju dalam pengembangan stem cell. Baik di basic research maupun animal trial.

”Selain itu, kita unggul di bidang aplikasi penelitian berbasis pelayanan bersama degan Regenerative Medicine RSUD Dr Soetomo untuk beberapa penyakit degeneratif,” terangnya.

Sementara itu, untuk Asia University, tambah Purwati, pengembangan untuk 3D printing selangkah lebih maju dari UNAIR. Terutama dalam hal pembuatan scafold, baik menggunakan bahan yang  biodegradable maupun yang non-biodegradable.

Dalam konsep bio engineering, tegas Purwati, dalam hal itu, tepatnya konsep tissue engineering, kombinasi antara scafold dari teknik 3D printing dan stem cell akan sangat bermanfaat untuk dunia medis, baik saat ini maupun ke depan, dengan pengembangan serta pemanfaatan biological medical therapy.

”Di samping itu, disepakati pengembangan bersama penelitian stem cell berbasis gen untuk enhance cell delivery serta micro RNA (miRNA),” pungkasnya.

Penulis: Nuri Hermawan

Editor:  Feri Fenoria

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone