jadi aktivis
IDA Wijayanti, wisudawan terbaik FEB UNAIR dalam wisuda Desember 2017 lalu. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Ada penggalan pengalaman menarik yang dijalani Ida Wijayanti. Perempuan asli “Kota Brem” Madiun ini pernah berproses untuk mendapatkan Indeks Prestasi Sementara (IPS) 4.00 secara berturut-turut, setelah tiga semester sebelumnya gagal. Suatu saat ia ingat, pernah menulis di dalam catatan di telepon genggamnya, ia menjanjikan kepada ibunya untuk mempersembahkan IP 4,00.

”Ternyata saat beliau masih ada (semester 1-3) saya belum berhasil, dan justru tercapai meraih IP 4,00 setelah beliau tidak ada,” kata Ida. Kendati demikian, toh Ida berhasil lulus sebagai wisudawan terbaik Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga dengan meraih IPK 3.92.

Meski selama kuliah langganan dengan nilai akademik yang sempurna, Ida juga disibukkan dengan  berbagai kesibukan non-akademik. Diantaranya pernah menjadi tenaga paruh waktu  instruktur di Cartenz HRD dan trainer di Pyramida Edu Training. Ia juga turut berpartisipasi sebagai relawan dalam acara nasional maupun internasional, seperti UN Habitat dan Asian Australia Research Summit.

Meski bersibuk-ria, masa studinya juga tak lekang dari beragam prestasi. Menjadi peserta pertukaran pelajar di University Brunei Darussalam (UBD) menjadi salah satu prestasi terbaiknya. Selain itu, Ida juga pernah menjadi Juara II Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) FEB UNAIR ketika semester VI/2016. Mengenai capaiannya itu, Ida mengaku, kuncinya hanyalah mau belajar dari apapun dan siapapun.

”Yang terpenting berusaha untuk menjadi manusia yang lebih baik dan bermanfaat,” tandasnya.

Perihal skripsi, anak terakhir dari empat bersaudara ini mengambil judul Transformasi Mustahiq: Studi Komparasi pada Lembaga Zakat Indonesia dan Brunei Darussalam. Meski mengambil objek lintas negara, Ida justru merasa tertantang.

”Hal yang menarik dalam proses skripsi saya adalah sesaat setelah sidang dan dinyatakan lulus, dosen pembimbing saya diminta untuk menyampaikan hasil penelitian empiris saya ini di forum penyuluhan lembaga zakat dan muzakki,” kata Ida Wijayanti, bangga. (*)

Penulis : Nuri Hermawan

Editor : Binti Quryatul Masruroh.

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone