jadi notaris
RAHMADIKA Safira, akrab dipanggil Five, ketika menerima bunga ucapan selamat dari teman-temannya. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Rahmadika Sefira E pantas merasa bangga. Perempuan yang akrab dipanggil Fevi ini berhasil meraih predikat wisudawan terbaik Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Airlangga. Kalau sebelumnya perempuan kelahiran Surabaya 12 Maret 1994 ini pernah meraih IPK 4,00 saat pendidikan S1, sekarang lulus S2 dengan IPK 3,72.

Dalam tesisnya berjudul “Keabsahan Perjanjian Jaminan Hak Tanggungan Atas Objek Harta Bersama Tanpa Persetujuan Suami/Istri Alumni Universitas Sam Ratulangi Manado” ini, Fevi membahas pemenuhan kebutuhan atau peningkatan usaha terkait dana yang diperlukan masyarakat dari kegiatan pinjam-meminjam di perbankan yang kadang diikuti dengan perjanjian jaminan.

”Saya mengangkat tema itu karena melihat keadaan masyarakat. Ini merupakan hal yang sederhana, tapi mengandung risiko maupun akibat pada kemudian hari bila tidak disesuaikan dengan peraturan yang ada. Tidak jarang terdapat beberapa kelalaian dari para pihak. Karena itu, saya membahas akibat hukumnya serta beberapa contoh kasusnya,” jelasnya.

Mengingat perjuangan untuk masuk kuliah di UNAIR juga tidak mudah, maka selama studi Magister, Fevi hanya fokus kuliah, sehingga hasilnya maksimal. Meski dia tetap memanfaatkan waktu menambah ilmu ketika liburan, yaitu magang dan menjadi asisten di sebuah kantor.

“Masuk UNAIR bukan hal mudah. Sebab dari kecil saya menempuh pendidikan di luar Jawa. Tentu ada persaingan ketat, sehingga sempat gagal. Ketika pada akhirnya saya bisa masuk UNAIR maka ingin membuktikan mampu menyelesaikan studi dengan baik,” jelas Fevi.

Setelah lulus Master ini, ia ingin berusaha mewujudkan cita-citanya sebagai notaris. Sambil menunggu waktu, Fevi mengisinya dengan magang.

”Meski banyak rintangan dan diperlukan kerja keras, saya percaya hal yang baik akan dating bagi mereka yang mau berusaha. Rajin-rajinlah meng-update ilmu pengetahuan, sebab ilmu bisa diperoleh dari mana saja,” tutur Fevi mengakhiri keterangan. (*)

Penulis: Pradita Desyanti

Editor : Bambang Bes.

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone