mental keluarga
FIRANTI Claudia Gea, berpose di kampusnya, Fakultas Psikologi UNAIR. (Foto: Akhmad Janni)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Peduli dengan penderita Skizofrenia atau penderita yang sulit membedakan antara kenyataan dengan pikiran sendiri, Firanti Claudia Gea, tertarik untuk menelitinya sebagai bahan skripsinya. Hasilnya, sebuah skripsi berjudul “Gambaran Komitmen Pernikahan Istri Orang dengan Skizpfrenia (ODS)” berhasilia pertahankan.

Tema yang jarang diteliti itulah ikut mengantarkan meraih gelar jadi wisudawan terbaik S1 Fakultas Psikologi Universitas Airlangga. Firanti meraih IPK 3.73. Wisudawan yang akrab disapa Claudia ini, memilih judul itu perduli dengan persoalan kesehatan mental keluarga. Sebab perempuan kelahiran Batam ini percaya bahwa kesehatan mental dibentuk dan dimulai dari hubungan individu dengan anggota keluarganya sendiri.

”Sebab keluargalah tempat pertama individu untuk belajar segalanya, sebelum ia mempu untuk berinteraksi dengan orang lain,” tuturnya.

Selanjutnya, Claudia memaparkan bahwa penelitian itu bertujuan untuk mengetahui gambaran komitmen pernikahan istri orang dengan skizofrenia (ODS), laki-laki pada usia 25 hingga 35 tahun berisiko mengalami gejal skozofrenia lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan.

”Sehingga gejala skozofrenia itu berpotensi mengganggu keberfungsian seorang laki-laki sebagai seorang suami,” jelasnya.

mental keluarga
REKTOR Universitas Airlangga menyerahkan piagam penghargaan wisudawan terbaik kepada Firanti Claudia Gea, dari S1 Psikologi UNAIR. (Foto: Bambang Bes).

Diakui oleh Claudia, dalam mengerjakan penelitaan ia menemui berbagai tantangan. Bahkan hingga akhir pengumpulan di bulan September, ia masih diminta dosen pembimbingnya untuk menambah subjek penelitian. Tetapi meski menemui banyak kendala, perempuan yang pernah tergabung di UKM Paduan Suara ini berhasil lulus dengan meraih predikat  wisudawan terbaik.

”Kalau boleh jujur, saya tidak pernah membayangkan bisa mendapatkan predikat ini,” katanya.

Pada akhir percakapan, ia mengaku sejak sekolah bisa mempertahankan peringkat di sepuluh besar. Namun, yang menurutnya, paling penting adalah dukungan kedua orang tua dan doa. Kedua orang tua, baginya,  mencukupi segala kebutuhan selama ia menimba ilmu. Karena itulah anak pertama dari dua bersaudara ini sejak awal sudah bertekad tidak menerapkan sistem “kupu-kupu” (kuliah-pulang kuliah-pulang).

”Dengan semangat itu, sehingga saya aktif mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan organisasi intra kampus lainnya,” kata Claudia. (*)

Penulis: Akhmad Janni

Editor: Nuri Herwaman.

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
  • George Rudi Pasaribu

    Congratz Claudia. Keren