mawapres
SHOBRINA Silmi Qori Tartila ketika mengikuti wisuda di gedung ACC UNAIR. (Foto: Bambang Bes)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Pernah meraih gelar sebagai mahasiswa berprestasi (Mawapres) tingkat fakultas sebanyak dua kali pada tahun 2014 dan 2016, serta Juara II Mawapres UNAIR tahun 2014, Shobrina Silmi Qori Tartila membuktikan bahwa deretan prestasi itu bisa diraih selama kuliah. Bahkan akhirnya, ia berhasil lulus dengan predikat wisudawan terbaik S-1 Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) UNAIR pada wisuda Desember 2017. Shobrina meraih IPK 3.96.

Tidak berhenti sampai di situ. Selama menjalani perkuliahan Silmi pernah berhasil meraih hibah pendanaan Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) lima bidang yaitu pada tiga PKM. Tahun 2014 pada PKM Penelitian Eksakta (PKM-PE), dan tahun 2016 dua PKM Karsa Cipta (PKM-KC).

”Niat saya untuk memenuhi tugas mata kuliah, tetapi teman-teman bersikeras untuk mengirimkannya menjadi karya tulis, sehingga saya hanya menuruti untuk dikirimkan. Eh, ternyata dapat,” ucap puteri pasangan Suman Hadi dan Ririn Dyah Martarini itu.

Ketika mengikuti SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk PTN), Silmi kepincut ingin masuk Fakultas Kedokteran. Kemudian lalu memilih studi di FPK sebagai pilihan kedua. Mengapa memilih FPK? ”Alasannya karena saya mencintai laut dan nanti akan praktikum dengan jalan-jalan di laut,” katanya.

Ia tertantang untuk studi di bidang perikanan dan kelautan ini, walaupun bapaknya kurang setuju dengan pilihan Silmi. Namun, justru situasi itu yang memacunya untuk membuktikan kepada sang ayah.

”Melalui mata kuliah dan praktikum yang saya tempuh selama studi, saya ceritakan semuanya mengenai potensi dunia perikanan. Alhamdulillah, bapak luluh dan sangat mendukung saya untuk meneruskan ke jenjang S-2,” papar gadis kelahiran Kediri 5 April 1995 itu.

Selain beragam kesibukan di kampus, Silmi juga menyibukkan diri menjadi guru les kimia dan Bahasa Inggris di LBB (Lembaga Bimbingan Belajar) maupun privat. Kemudia juga sering diminta untuk mengisi beberapa forum diskusi dan menjadi narasumber di beberapa kegiatan kampus.

”Sudah berapa banyak orang yang kamu singkirkan untuk sekedar merasakan kursi kuliah yang dinikmati saat ini? Jadi, bersyukurlah, nikmatilah, dan lakukan yang terbaik,” kata Silmi memberikan saran. (*)

Penulis : Helmi Rafsanjani.

Editor : Binti Q. Masruroh.

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone