touring
ACHMAD Herman memanfaatkan photo booth yang disediakan PIH UNAIR untuk berfoto, disela wisuda bulan Desember 2017, di Gedung ACC. (Foto: Bambang Bes)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWSAchmad Herman, Doktor kelahiran Makassar ini, memiliki hobbi yang terbilang unik. Ia menyukai vespa, sehingga tergabung dalam komunitas vespa. Dari hobbinya itu, anak nomor 10 dari 13 bersaudara ini masih sering dan senang mengikuti touring keluar kota.

”Saya juga senang mengoleksi pernak-pernik yang berkaitan dengan vespa,” katanya. Kesibukannya itu menjadi pengiring dalam menjalankan aktivitasnya sebagai mahasiswa S3 Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga. Kendati sudah sibuk pun, ia masih berhasil menjadi wisudawan terbaik S3 FISIP dengan IPK 3,82.

Sebelumnya, Herman juga pernah mendapatkan predikat sama sebagai wisudawan terbaik S1 Ilmu Komunikasi di Universitas Hasanuddin tahun 2000. Prestasi lain yang ia banggakan ketika terpilih menjadi penulis terbaik dalam kegiatan Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) tahun 2011 yang dilaksanakan kerjasama AIPI dan LIPI.

touring
REKTOR UNAIR Prof. M. Nasih menyerahkan piagam Wisudawan Terbaik kepada Achmad Herman, dalam wisuda UNAIR di gedung ACC Kampus C, Minggu (3/12). (Foto: Helmy Rafsanjani)

Dalam memenuhi penelitiannya, Herman mengangkat topik di daerahnya, yaitu “Wacana Politik Lokal dalam Pers Lokal: Praktik Wacana Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah”. Ia perlu pemikiran yang fokus ketika mengerjakan penelitian ini, karena dituntut untuk meneliti konteks lokalitas di Palu dan orisinalitasnya.

“Sebelumnya saya berpikir akan sulit menyelesaikan studi ini karena saya harus bolak-balik ke Palu,” terang Herman seraya berkisah bahwa untuk mencapai semua itu tidak ia jalani dengan mudah. Ia kerap menghadapi kendala. Selain kendala bolak-balik Palu-Surabaya, kendala selanjutnya adalah saat ibu mertua dan ayah tercinta meninggal dunia. Selain juga finansial yang kurang.

Herman berpesan, tetap fokus dan membuat target untuk dijadikan acuan dalam mengelola waktu dengan baik adalah trik suksesnya. “Selain itu, perlu menjaga kesehatan dan perbanyak baca referensi untuk hasil tulisan yang baik,” pungkasnya. (*)

Penulis : Akhmad Janni

Editor : Nuri Hermawan.

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone