gala dinner
Rektor UNAIR Prof. Dr. H. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak, CMA., dan Presiden MSU Malaysia Prof. Tan Sri Shukri dalam gala dinner pada Senin malam (11/12).
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS Lawatan presiden Management & Science University (MSU) Malaysia bersama rombongan ke Indonesia tiba di Surabaya pada Senin malam (11/12). Dalam lawatan yang diwarnai dengan makan malam di salah satu rumah makan di Surabaya itu, rombongan MSU Malaysia disambut langsung oleh rektor UNAIR beserta jajaran wakil dekan dan para pimpinan di lingkungan kantor Manajemen UNAIR.

Rektor UNAIR Prof. Dr. H. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak, CMA., dalam sambutannya sesaat sebelum makan malam menyatakan bahwa hubungan MSU dan UNAIR baik lingkup kerja sama akademik maupun riset sudah berjalan lama. Prof. Nasih juga menambahkan bahwa sebagai bangsa yang memiliki misi yang sama, kerja sama antar perguruan tinggi semestinya harus terus dilakukan.

”Kita ini kan satu rumpun, kerja sama apa pun sudah sepatutnya harus terus dilakukan,” ujar Prof. Nasih.

Selanjutnya, Prof. Nasih menyinggung perihal kunjungan staf UNAIR yang melakukan kegiatan magang di MSU. Bagi dia, kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen UNAIR untuk terus belajar dalam meningkatkan kualitas dari berbagai kampus di dunia.

”Meski masih muda, MSU ini sudah luar biasa. Kami pun perlu belajar dan ke depan juga sebaliknya,” terangnya.

Menanggapi pernyataan Prof. Nasih, Presiden MSU Malaysia Prof. Tan Sri Shukri menyatakan bahwa dalam lawatannya bersama rombongan yang bakal berlanjut ke Jember itu, dirinya selalu memaksimalkan waktu luang dengan baik. Salah satunya dengan menemui kolega di UNAIR.

”Banyak yang saya mau pelajari dari UNAIR. Semoga pertemuan ini menjadi masa depan terbaik bagi kita semua,” tuturnya.

Sebagai bangsa yang memiliki kultur yang hampir sama, dia berharap pada era globalisasi seperti saat ini baik UNAIR maupun MSU harus memiliki kesatuan tekad dan target. Jika tidak, lanjut dia, bukan tidak mungkin potensi sebagai kampus di tengah bangsa yang besar bakal terisi kemunduran.

”Kita ini bangsa besar. Kalau bekerja sendirian tidak bisa sukses. Jadi, kita harus bersatu. Dengan kerja bersama sangat mungkin akan sukses,” katanya. (*)

Penulis: Nuri Hermawan

Editor: Feri Fenoria

Video terkait:

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone