NIKEN Indriyanti, lulus dengan IPK sempurna, yakni 4,00. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Niken Indriyanti terbilang konsisten dalam melakukan penelitian saat menempuh pendidikan S-3 Program Studi Doktor Ilmu Farmasi Universitas Airlangga. Melalui penelitiannya tentang Efek Fraksi Etil Asetat Daun Cocor Bebek (Kalanchoe pinnata (Lmk) Pers) terhadap Biomarker Lupus pada Mencit, Niken meraih predikat wisudawan terbaik dengan IPK sempurna, atau 4,00.

Penelitiannya ini merupakan lanjutan penelitian sebelumnya tentang efek ekstrak daun Cocor Bebek terhadap mencit lupus yang dilakukan saat di program Master (S-2) di ITB tahun 2011. Potensi itu diteliti karena daun Cocor Bebek potensial dan sangat mudah untuk tumbuh di Indonesia, sehingga bisa menjadi bahan baku obat herbal yang diproduksi dalam negeri.

”Sampai saat ini, pasien lupus sangat bergantung pada obat-obatan off-label untuk menjaga kondisi kesehatannya, terlepas dari risiko efek samping obat yang harus ditanggung. Hal ini mengakibatkan penelitian suplemen atau obat baru yang efektif serta aman untuk lupus sangat diperlukan,” kata perempuan kelahiran Trenggalek, 3 Maret 1985 itu.

Hasil serangkaian penelitian Niken sangat memuaskan, dan dapat dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi pada November 2017 dan Februari 2018. Beberapa hasilnya juga dipublikasikan sebagai makalah oral dalam forum seminar internasional di Universitas Brawijaya, Maret 2017, dan di UNAIR Juli 2017. Selain itu memenangi kompetisi nasional Care for Lupus SDF Awards oleh Syamsi Dhuha Foundation, dua kali beruntun, 2011 dan 2012.

”Setiap penelitian memiliki ‘seni’ masing-masing. Saya mempelajari permodelan mencit lupus ini sejak 2011, sehingga tidak ada kendala berarti. Terlebih, UNAIR memiliki peralatan yang lengkap dan program-program training untuk menunjang kemampuan mahasiswa serta langganan jurnal internasional. Namun, penelitian ini cukup menyita waktu karena banyak marker yang diukur,” jelas Niken.

Ke depan, ia terus berusaha meningkatkan kuantitas dan kualitas publikasi di jurnal internasional bereputasi. Termasuk dalam buku sebagai bahan belajar para peneliti pemula serta mahasiswa. (*)

Penulis: Siti Nur Umami

Editor : Bambang Bes.

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone