AULA Terobosan Pembelajaran Di Universitas Airlangga

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
wakil dari UBRU Thailand Dr. Sappasiri Sungsukrujiroad
Wakil dari UBRU Thailand Dr. Sappasiri Sungsukrujiroad saat memberikan tanggapan dalam FGD. (Foto: Helmy Rafsanjani)

UNAIR NEWS – Airlangga University Learning Application (AULA) merupakan salah satu sistem yang dimiliki UNAIR dalam menunjang pembelajaran. Hal itu dilakukan, mengingat sistem E-Learning yang telah menjadikan dunia pendidikan bertransformasi dalam perkembangan teknologi saat ini.

Sebagai upaya pengembangan teknologi yang sudah digunakan UNAIR sejak tahun 2008 itu, UNAIR melalui Pusat Inovasi Pembelajaran dan Sertifikasi  (PIPS) menggelar Focus Group Discusion (FGD) dengan Ubon Ratchathani Rajabhat University (UBRU), Thailand pada Kamis (7/12).

Hadir mewakili rektor, Wakil Rektor I UNAIR Prof. Djoko Santoso, dr., Ph.D., Sp.PD., K-GH., FINASIM., menyampaikan bahwa kualitas pendidikan memang menjadi fokus utama UNAIR. Selain itu, Prof. Djoko juga menegaskan bahwa inovasi menjadi kata kunci untuk terus mengembangkan dunia pendidikan.

“Dunia pendidikan bisa lebih maju dengan terus berinovasi, AULA menjadi salah satu inovasi yang dilakukan UNAIR untuk merespon perkembangan zaman,” ucap Prof. Djoko.

Sebagai wakil dari UBRU Thailand Dr. Sappasiri Sungsukrujiroad mengatakan, E-Learning yang dilakukan oleh UNAIR dinilai cukup impresif. Pengembangan E-Learning dari platform yang digunakan UNAIR, baginya bisa, menjadi referensi bagi universitas kami dalam pengembangannya.

“Perkembangan E-Learning di UNAIR sangat masif, keterlibatan semua pihak mulai dosen hingga mahasiswa membuat perkembangan semakin meningkat. Ini kolaborasi yang berarti bagi kami dalam kunjungan ke UNAIR,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Ketua PIPS UNAIR Yuni Sari Amalia, Ph.D., mengatakan bahwa pekembangan E-Learning di UNAIR semakin membaik. Saat ini, tambah Yuni, E-Learning sudah digunkan oleh 500 pengguna dari sebelumnya yang hanya digunakan oleh 50 pengguna. Namun, perkembangan terus di genjot untuk bisa mewujudkan prinsip E-Learning seperti delivery, interaction, dan feed back oriented learning.

“Ini yang sedang terus digodok agar pembelajaran dalam E-Learning bisa terus aktif dan berkualitas,” ucap Yuni.

Selanjutnya, Yuni juga memaparkan mengenai Masive Open Online Course (MOOCs) yang merupakan proses pelajaran secara digital. Kedua program itulah yang menjadi bahasan dalam FGD antara UNAIR dengan UBRU. Mengnai MOOCs, Yuni menjelaskan bahwa filosofi dari open adalah sistem pembalajaran yang bisa diakses oleh publik secara luas untuk memberi kemudahan serta efisiensi.

“UNAIR cukup siap dalam mengembangkan E-Learning. Dosen juga akan terbantu dalam meningkatkan reputasinya,” pungkas Yuni.

Penulis : Helmy Rafsanjani

Editor  : Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu