Agnes Santoso
Agnes Santoso alumni FH UNAIR. (Foto: UNAIR NEWS)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWSSebagai seorang perempuan yang sudah lama berkecimpung di dunia broadcast, menghidupi pembicaraan agar menarik dan mengalir adalah hal yang biasa dilakukan. Pengalaman itulah yang terasa saat UNAIR News menemuinya di Rektorat Kampus C Universitas Airlangga Senin siang (4/12). Ya, dialah Agnes Santoso.

Perempuan lulusan Fakultas Hukum UNAIR itu memang telah lama malang melintang di dunia layar kaca, baik televisi nasional maupun regional. Kalau masih ingat, terutama generasi ’90-an, nama Agnes pasti tidak asing dengan acara Krucil di SCTV. Sebab, dia menjadi presenter-nya. Itu dulu.

Kini dia aktif menjadi news anchor di SBO TV. Termasuk sebagai pembawa acara dalam beberapa program. Di antaranya, Jurnalis Klub setiap Selasa dan Kamis pukul 19.30 dan Dialog Hukum setiap Senin pukul 20.00 di SBO TV.

”Ya, memang sebenarnya passion dari dulu kan entertain dan public speaking,” tuturnya saat ditanya soal aktivitasnya sekarang.

Agnes menceritakan, meski menggeluti dunia broadcast, saat memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di UNAIR, dirinya tak sempat berpikir memilih jurusan ilmu komunikasi. Kedokteran UNAIR menjadi pilihan pertamanya saat mengikuti UMPTN (SBMPTN dulu. red).

Sempat menjalani kuliah selama dua semester, dia kerap menemui jadwal yang berbentur antara pendidikan dan bidang pekerjaannya. Pada tahun berikutnya, perempuan asli Surabaya tersebut memutuskan kembali mengikuti UMPTN dan memilih Fakultas Hukum UNAIR.

Selepas pendidikannya, Agnes tidak langsung kembali terjun ke presenter. Dia sempat menjadi pekerja kantoran di dua perusahaan. Yakni, dua tahun di bank Mandiri di bagian legal dan tiga tahun di PLN wilayah Indonsia Timur merangkap menjadi sekretaris general manager serta bagian legal pula.

”Ya, setelah di Mandiri, di PLN, saya jalan lagi di presenter. Pagi masuk kantor, malamnya bergelut di dunia broadcast lagi,” ungkapnya.

Setelah kantornya pidah ke Makassar, perempuan penyayang anjing itu akhirnya memutuskan untuk resign dan fokus menggeluti presenter di SBO TV hingga sekarang. Meski dianggap tak sesuai dengan keilmuannya, bagi Agnes, ilmu hukum yang diperolehnya sangat berpengaruh terhadap kesibukannya sekarang.

Sebab, era saat ini pengetahuan hukum sangat dibutuhkan. Terlebih Agnes aktif menjadi pembawa acara dalam program Jurnalis Klub dan Dialog Hukum yang kerap mengangkat tema-tema hukum.

”Selain itu, menjadi lulusan UNAIR adalah sebuah kebanggan. Lihat para lulusannya, Pakde Karwo dan banyak lagi,” ujarnya.

Lanjut S2

Banyak tokoh-tokoh penting yang ditemui Agnes saat membawakan program. Ilmu, pengalaman dan inspirasi selalu membuka pikirannya tentang apa pun. Meski Agnes sempat minder, nama besar dan prestasi lulusan-lulusan UNAIR turut memberinya kepercayaan serta kebanggan sehingga mampu melewati semua itu.

Meski cukup nyaman dengan kesibukannya saat ini, ke depan, Agnes memiliki banyak target berikutnya. Salah satunya melanjutkan pendidikan S2-nya.

”Saat ini memang menjadi pelaksana, ke depan juga ingin terlibat langsung dalam produksi. Selain itu, ingin membuat program dan kegiatan yang masih dicari konsepnya, ini,” ungkapnya.

Bagi Agnes, setiap langkah yang dilakukan sekarang mesti ditujukan untuk mempersiapkan hal yang terbaik. Meski demikian, kesiap-siapan pada hal yang diluar rencana juga harus dibangun. Seperti halnya prinsip yang dipegang Agnes selama ini ”Prepare to the best, ready to the worst”.

”Sebab, manusia boleh berencana. Apa pun dan bagaimana pun. Namun, satu detik setelah ini, manusia tak punya kemampuan untuk mengetahuinya. Jadi mesti menyiapkan dan bersiap.” tuturnya. (*)

Penulis: Feri Fenoria

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone