lulus
MEIRCURIUS Dwi Condro S ditengah arena lokasi wisuda di gedung ACC, Kampus C UNAIR. (Foto: Bambang Bes)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS: Meircurius Dwi Condro Surboyo sempat kebingungan dalam memilih topik penelitian untuk tugas akhirnya (TA). Sampai suatu ketika ia terinspirasi dari almarhum ayahnya dalam suatu usaha yang keras.

Dalam TA untuk tesis itu ia meneliti potensi penggunaan liquid smoke (asap cair) dari tempurung kelapa yang dimanfaatkan sebagai terapi sariawan pada kondisi penderita diabetes mellitus (DM). Ditunjang oleh tesisnya ini pula, akhirnya Meircurius DC meraih predikat wisudawan terbaik Prodi Magister Ilmu Kesehatan Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga. Ia meraih IPK 3,87.

Ide tesisnya itu muncul setelah ia dulu sering melihat ayahnya memanfaatkan asap cair dari tempurung kelapa untuk menyembuhkan luka di kulit.

”Sebelum meninggal, ayah membuat dan menggunakan liquid smoke untuk mengurangi rasa sakit pada luka di kulit. Hasilnya, lukanya jadi lebih cepat sembuh,” tuturnya.

Dan memang, secara tradisional liquid smoke sebagai pengawet ikan, produk olahan daging meatball, hingga produk olahan kacang semacam tahu dan tofu. Namun, potensi terapinya belum bisa dibuktikan secara ilmiah.

”Karena itu saya ingin menelitinya. Liquid smoke memiliki kandungan phenol, guaicol, dan 2EMP sebagai senyawa antioksidan dan mampu mempercepat penyembuhan sariawan,” tambahnya.

Laki-laki kelahiran Jember Mei 1990 itu termotivasi mendalami penelitian ini karena sebagai dokter gigi, ia sering menjumpai pasien dengan keluhan sariawan yang tak kunjung sembuh. Jadi mengganggu, apalagi pasien diabetes millitus. Sariawan di mulut berpotensi menjadi gangguan penyembuhan.

lulus
REKTOR UNAIR menyampaikan piagam penghargaan sebagai wisudawan terbaik kepada Meircurius DCS, Minggu (3/12) kemarin di Gedung ACC UNAIR. (Foto: Helmy Rafsanjani)

”Umumnya sariawan diobati secara topikal (obat diberikan langsung pada sariawan). Misalnya obat kumur. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan obat kumur tidak mampu mempercepat penyebuhan sariawan,” jelas pria yang  pernah juara I kompetisi case repot oral medicine oleh FKG UNAIR yang bekerja sama dengan Galaxo Smith Klien.

Meircurius terkesan dengan penelitiannya saat membuat liquid smoke di LIPI Tangerang, ia harus menyusun dan memasang alat pirolisis serta alat distilasi sendiri. ”Ini jauh berbeda dari yang pernah saya lakukan. Tak terbayangkan harus seperti seorang teknisi,” katanya. (*)

Penulis : Sefya Hayu Istighfaricha

Editor : Bambang Bes.

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone