Alumni
Emil Faizza alumni S2 Media dan Komunikasi (Foto: UNAIR NEWS)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Kalau Anda termasuk salah seorang yang tinggal di Jawa Timur, terutama pemirsa setia JTV, sosok bernama lengkap Emil Faizza pasti tidak asing. Ya, perempuan yang baru menyelesaikan pendidikan S2 Media Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga itu merupakan salah seorang presenter yang sudah lama malang melintang di dunia media dan broadcast. Banyak program acara unggulan di JTV yang dibawakannya.

Sosok tinggi yang tinggal di Deltasari Indah, Waru, Sidoarjo, tersebut adalah seorang jurnalis, broadcaster sekaligus entertainer yang mengawali karirnya dari beberapa stasiun radio swasta setelah terlebih dahulu mengembangkan potensinya di bidang public speaking. Yakni, menjadi master of ceremony (MC) dan moderator.

Pengalamannya dalam dunia tersebut sangat banyak. Berbagai acara bertema berbeda pernah Emil bawakan. Misalnya, acara musik, pemerintah, jumpa fans, event, dan seminar. Jika didaftar mencapai puluhan event. Emil menjelaskan, dirinya mulai berkecimpung dalam dunia MC saat duduk dibangku SD.

Hingga akhirnya, bidang pekerjaannya di dunia media dan komunikasi menuntunnya untuk mengambil keputusan harus malanjutkan pendidikan S2 di bidang tersebut. Masuk pada 2015, Emil menempuh pendidikan S2 dengan lancar, yaitu lulus tepat waktu pada 2017.

Bagi dia, keputusan itu harus diambil karena setiap orang mesti melakukan upgrade diri, kemampuan, dan pengetahuan.

“Sebab, jika tidak, hal-hal baru yang lebih dari capaian sekarang tak akan mungkin bisa dilakukan,” tegasnya.

Mengawali pendidikan D1 information technology dan S1 pendidikan bahasa Inggris, Emil mantab melanjutkan pendidikan S2 jurusan media komunikasi FISIP UNAIR meski harus melawati rentang waktu yang lumayan lama. Yakni, selama sepuluh tahun. Sebab, selama bekerja setelah S1, bahkan sebelumnya, bidang kerjanya memang banyak berkecimpung di dunia tersebut.

“Saya bersyukur bisa mengombinasikan pendidikan dan pengalaman bekerja,” paparnya.

Selalu Ada Tantangan

Menurut Emil, setiap bidang pekerjaan pasti menemui tantangan dan risiko. Termasuk bidangnya, yaitu MC. Suatu ketika, perempuan yang berhobi membaca dan menyanyi itu pernah mengalami kejadian yang kurang mengenakkan. Emil sempat terjatuh dari panggung setinggi 1,5 meter ketika membawakan suatu acara setelah backdrop panggungnya roboh.

Di sisi lain, setiap event berbeda yang dibawakannya selalu memberikan pelajaran yang menarik. Termasuk pengalaman dan tantangan baru. Salah satunya adalah berkesempatan membawakan acara presiden. Termasuk mewawancarai tokoh-tokoh nasional Indonesia. Misalnya, Jusuf Kalla, Prabowo, dan Susilo Bambang Yudhoyono,

Selain itu, saat menempuh pendidikan S2, Emil harus pandai-pandai mengatur waktu. Sebab, jadwal pekerjaanya yang padat harus mampu dia siasati dengan jadwal kuliah sekaligus mengerjakan tugas-tugasnya. Bagi dia, kunci dalam mengahadapi semua itu adalah manajemen waktu. Jangan pernah sekali-kali menunda pekerjaan dan berpikir masih ada banyak waktu.

“Segeralah kerjakan. Jangan menunda. Selain itu, dukungan keluarga sangatlah penting dalam mengantarkan saya melewati tantangan hingga  menyelesaikan S2 tepat waktu,” pungkasnya.(*)

Penulis: Feri Fenoria

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone