kependudukan
Mega Widya Puspa Ningrum (jilbab biru muda) dan Hevi Yonvia Umarta Harmaheni (jilbab cokelat muda) berfoto bersama anggota UKM Kependudukan lain sesaat setelah penyerahan piala. (Dok. Pribadi)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur gencar mengadakan pertemuan dengan mahasiswa untuk mempersiapkan diri menghadapi bonus demografi tahun 2020 mendatang. Salah satunya, temu mahasiswa yang dilaksanakan pada 17-18 November lalu di Hotel Selecta, Kota Batu.

Selama dua hari pertemuan berlangsung, UNAIR berkesempatan mendapatkan dua penghargaan, yaitu Juara I Rangking Satu Kependudukan yang diraih Mega Widya Puspa Ningrum (mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat angkatan tahun 2015) dan Juara III Mahasiswa Peduli Kependudukan yang diraih Hevi Yonvia Umarta Harmaheni (mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis angkatan tahun 2016). Keduanya, tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kependudukan.

Dari 96 peserta asal 16 perguruan tinggi di Jawa Timur, Mega berhasil menyingkirkan 94 peserta dalam ajang adu kecerdasan tentang pengetahuan umum kependudukan. Ia berhasil duel dengan kontingen asal Universitas Negeri Malang untuk memeperebutkan Juara I.

Sebanyak 16 perguruan tinggi yang mengikuti pertemuan masing-masing mengirimkan enam orang. Mega mengatakan, untuk memunculkan dua nama yang akan dinobatkan sebagai juara, sistem penilaian menggunakan sistem gugur. Jika peserta menulis jawaban salah, maka dia akan langsung gugur.

Dalam adu pengetahuan umum itu, tidak melulu masalah kependudukan di Jawa Timur saja yang diujikan. Banyak pertanyaan tentang kesehatan reproduksi, prevalansi kepadatan dan pertumbuhan penduduk di Indonesia, era bonus demografi, bahkan peserta juga dituntut untuk peka terhadap data-data kependudukan di Indonesia.

“Saya selalu menjawab pertanyaan dengan benar akhirnya dapat mengalahkan lawan dari Universitas Negeri Malang,” jelas Mega.

Selain Mega, rasa bangga turut dirasakan oleh Hevi. Kompetisi yang dia ikuti berbeda dengan Mega. Ia harus mengikuti serangkaian seleksi meliputi ujian tulis dan menyampaikan materi dengan tema “Pengaruh Lingkungan Terhadap Kependudukan”.

“Ada dua seleksi yang saya ikuti pada kompetisi ini. Pertama ujian tulis, kedua pidato dengan tema dadakan yang diberikan panitia. Saya bangga bisa berkontribusi untuk UKM Kependudukan UNAIR. Semoga dengan pencapaian ini teman-teman lainnya semakin semangat untuk meraih prestasi dan menjadikan UKM Kependudukan dikenal dengan kualitas yang semakin baik,” jelas Hevi.

Beberapa perguruan tinggi yang turut serta dalam kompetisi itu antara lain Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Jember, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Universitas Muhammadiyah Gresik, Universitas Muhammadiyah Malang, Universits Trunojoyo, Universitas PGRI Madiun, Universitas Ponorogo, Universitas Bojonegoro, dan masih ada lima perguruan tinggi lain. (*)

Penulis : Disih Sugianti

Editor : Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone