Pertama Ikuti Langsung Raih Best Paper Award

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
jadi best paper
Fransiska Berliani usai meraih best paper dalam International Islamic Research Forum 2017 di IAIN Palangka Raya, Kalimantan Tengah. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Fransiska Berliani, mahasiswa program studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga, mendapatkan penghargaan best paper dalam konferensi internasional yang diadakan IAIN Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Konferensi yang diadakan bersamaan dengan peresmian gedung Triple Tower di IAIN Palangka Raya itu bertajuk International Islamic Research Forum 2017.

Siska –sapaan karibnya– mendapatkan best paper atas makalahnya yang berjudul ”Perspective Analysis of Muslim Women Clients of Islamic Dating Agency: A Case Study of Islamic Dating Agency Etty Sunanty in Surabaya”. Ada 310 makalah yang masuk kepada panitia. Sebanyak 280 di antaranya terpilih untuk mengikuti presentasi secara paralel.

Meski baru kali pertama, Siska mengaku berbangga. Sebab, pesertanya bukan hanya mahasiswa S1, seperti dirinya, melainkan juga kalangan dosen, guru, peneliti, pengusaha, hingga mahasiswa S2 serta S3. Mereka berasal dari tiga negara, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

”Tidak terlintas sama sekali bakal mendapat best paper. Sebab, persiapannya memang masih sangat kurang jika dibandingkan dengan presenter yang lain,” ucapnya.

Ada dua kategori award dalam konferensi itu, yakni best paper dan presenter termuda. Siska mengaku bersyukur mendapatkan salah satu award. Padahal, persiapan presentasinya sangat minim. H-1 presentasi, dia masih mengerjakan tugas kuliah dan orderan terjemahan.

Dalam makalah presentasinya, perempuan asal Malang itu membahas perempuan-perempuan muslim yang memutuskan untuk mencari pasangan melalui biro jodoh berbasis islami. Dia menggunakan Drive Theory dan Incentive Theory untuk menganalisis fenomena tersebut.

”Ada fenomena unik, pada tengah era keterbukaan informasi dan media sosial, masih ada perempuan-perempuan yang memilih untuk mencari pasangan melalui biro jodoh,” jelas Siska soal isi makalahnya.

Pada akhir makalah, dia merefleksikan hasil analisis dan membuat sebuah daftar saran mengenai bagaimana jenis usaha biro jodoh dapat mempertahankan eksistensinya pada era sekarang ini.

Mendapatkan award sebagai best paper tentu adalah kebanggaan tersendiri. Namun, Siska mengakui bahwa selain perolehan best paper, jauh lebih banyak pengalaman lain ketika dirinya mengikuti konferensi di Palangka Raya, kota yang kali pertama dikunjunginya.

”Secara materialistis, tentu saya mendapat penghargaan best paper yang sangat berguna bagi kehidupan di kampus. Namun, secara non-materialistis, saya mendapatkan jauh lebih banyak. Yakni, kesempatan tinggal di Palangka Raya selama beberapa hari dan bercengkerama dengan orang-orangnya yang ramah,” jelasnya.

Selain itu, Siska mengaku mendapatkan pengalaman yang tak ternilai, yaitu jejaring sosial. Dalam konferensi sehari penuh tersebut, dia mendapatkan banyak rekan baru. Mulai mahasiswa, dosen, bahkan dekan dan rektor IAIN Palangka Raya yang sangat ramah kepada peserta.

Poin yang tak kalah menarik, selain presentasi akademik, Siska berkesempatan mengikuti city tour yang dikemas panitia. Dalam city tour itu, Siska mengunjungi Sungai Kahayan, Kampung Lauk, dan tempat penangkaran orang utan.

Mahasiswa kelahiran 26 Desember tersebut terhitung gemar dalam memperbanyak pengalaman dengan mengikuti kegiatan di luar kuliah. Dia yang yang tergabung dalam Airlangga Model United Nation (AIRMUN) Club pernah ke Kanada bersama tiga anggota AIRMUN yang lain pada Maret 2017. Siska juga menjadi juara III pada International Dispute Negotiation Competition yang diselenggarakan International Law Students Association (ILSA) Chapter UNAIR pada 2016. (*)

Penulis: Binti Q. Masruroh

Editor: Feri Fenoria

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu