akreditasi internasional
Salah satu asesor ASIIN Prof. Dr. Friedhelm Meinhardt, saat pembukaan akreditasi lima program studi di UNAIR. (Foto: Nuri Hermawan)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Upaya internasionalisasi tidak hanya dilakukan melalui kerja sama internasional. Peningkatan kualitas program studi juga menjadi penentu. Salah satunya dengan melakukan akreditasi internasional. Kali ini lima prodi di UNAIR tengah menjalani proses akreditasi oleh ASIIN (Accreditation Agency for Degree Programs in Engineering, Informatics/Computer Science, the Natural Sciences and Mathematics). Sebuah lembaga akreditasi internasional yang berkedudukan di Jerman.

Lima prodi tersebut adalah S1 pendidikan apoteker, S1 biologi, S1 kimia, S1 matematika, dan S1 fisika. Kelima prodi menjalani proses akreditasi selama dua hari (22–23/11). Mengenai akreditasi itu, Wakil Rektor II UNAIR Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin., menyatakan bahwa UNAIR secara berkelanjutan berupaya untuk mengejar keunggulan di bidang pendidikan dan penelitian. Bukan hanya itu, tambah Madyan, peningkatan riset dan inovasi serta kualitas prodi juga menjadi fokus UNAIR.

“Karena itu, UNAIR mengambil satu langkah yang penting untuk melakukan akreditasi dengan asesor dari tim ASIIN,” jelas Madyan.

Menanggapi pernyataan Madyan, Direktur ASIIN Dr. Iring Wasser menyatakan bahwa dengan akreditasi ASIIN, kesiapan UNAIR harus benar-benar matang. Terutama dalam mempersiapkan kualitas sumber daya manusia.

“Semoga dengan akreditasi ini, keberlanjutan peningkatan kualitas bisa terus dilakukan,” tegasnya.

Selanjutnya, ditemui pada sela akreditasi, Ketua Badan Penjaminan Mutu UNAIR Prof. Dr. Sukardiman, Apt., MS., menyatakan bahwa akreditasi ASIIN merupakan rekognisi internasional terhadap prodi di UNAIR. Mengenai lima prodi yang berada dalam rumpun ilmu eksakta, Prof. Sukardiman menegaskan bahwa ASIIN merupakan lembaga akreditasi yang menilai rumpun ilmu alam.

“Sebab, ASIIN adalah lembaga yang mengakreditasi ilmu alam. Ke depan rumpun ilmu sosial, ekonomi, dan budaya juga bakal kami proses untuk akreditasi internasional,” tuturnya.

Selain memiliki dampak sebagai upaya untuk meningkatkan rekognisi internasional UNAIR, akreditasi internasional ASIIN, tambah Prof. Sukardiman, merupakan langkah dan cara UNAIR untuk menuju kampus kelas dunia.

“Salah satunya memang dengan akreditasi internasional,” ucap guru besar fakultas farmasi itu.

Pada akhir, Prof. Sukardiman menyatakan bahwa mengenai hasil penilaian, secara keseluruhan, lima prodi mendapat tanggapan yang positif. Baik sarana pembelajaran, proses pembelajaran, maupun kinerja dosen. Prof. Sukardiman berharap hasil akreditasi nanti mendapatkan nilai yang memuaskan.

“Skor penilaian ASIIN itu mulai 0–4. Semoga kita bisa 3,5 atau lebih,” ungkapnya.

Penulis: Nuri Hermawan

Editor: Feri Fenoria

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone