Ilustrasi
Ilustrasi oleh Alivian Sukma
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Pusat Inovasi dan Publikasi Sertifikasi (PIPS) Universitas Airlangga terus menggenjot berbagai program guna menyongsong UNAIR menjadi kampus 500 dunia. Salah satunya dengan penguatan program E-Learning.

Hal itu bukan tanpa sebab. Sebagai lembaga yang bertanggung jawab pada hal tersebut, PIPS terus berupaya mengoptimalkan peranan E-Learning menjadi salah satu alternatif pembelajaran di lingkungan UNAIR.

Ditemui di ruang kerja, Ketua PIPS UNAIR Yuni Sari Amalia, S.S., M.A., Ph.D., menyatakan bahwa E-learning awalnya belum menjadi fokus dan pusat perhatian dalam pelaksanaan proses pengajaran. Sekarang, lanjut Yuni, pihaknya tengah mengolah SK Rektor untuk menjadi payung hukum keberlangsungan E-Learning di UNAIR.

”Hal ini kami lakukan untuk menunjukkan bahwa E-learning sudah sejajar dengan pengajaran tatap muka. Karena itu, kami terus berupaya agar semua harus sesuai dengan standar yang sudah ada,” jelasnya.

Bukan hanya itu, Yuni juga menjelaskan bahwa program E-Learning juga harus didukung dengan berbagai hal. Salah satunya, interaksi antara dosen dan mahasiswa. Hubungan timbal balik antara dosen dan mahasiswa, bagi Yuni, bisa menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan daya pikir yang kritis dalam pembelajaran melalui E-Learning.

”Hal untuk menunjang E-Learning selanjutnya adalah evaluasi dengan pemberian tugas yang menunjang pembelajaran suatu mata kuliah melalui sistem digital,” tambah Yuni.

Berkat berbagai upaya dan dorongan PIPS, program E-Learning perlahan, tapi pasti, mengalami kemajuan. Bahkan, PIPS tidak segan memberikan hadiah kepada pengguna aktif E-Learning. Hal itu, menurut Yuni, menjadi upaya untuk memberikan perhatian yang lebih kepada pengguna E-Learning.

”Dengan demikian, E-Learning, saya harap, bisa memasyarakat dan menjadi kebutuhan bagi dosen dan mahasiswa itu sendiri,” tuturnya.

Lokakarya PEKERTI
Lokakarya PEKERTI sebagai salah satu kegiatan PIPS UNAIR. (Foto: Dok. PIPS)

Pada akhir, Yuni mengaskan bahwa program E-Learning bukan tanpa halangan. Payung hukum tentang perkuliahan melalui E-Learning yang masih dalam proses diakui dan setara dengan kuliah tatap muka menjadi langkah awal yang sudah diselesaikan.

”Syukur, sekarang payung hukumnya sudah ada, bahkan Dikti sudah mencanangkan program ini,” ucapnya.

PIPS pun terus melakukan berbagai gebrakan untuk menyongsong langkah internasionalisasi UNAIR. Tidak hanya memaksimalkan E-Learning, PIPS juga fokus mengembangkan AA (Applied Approach) dan Pekerti (Program Peningkatan Ketrampilan Dasar Teknik Instruksional) untuk dosen, MOOC (Massif Open Online Cource), dan satu program yang juga strategis, yaitu pembinaan kepada dosen magang dari berbagai kampus di Indonesia.

Penulis: Nuri Hermawan

Editor: Feri Fenoria

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone