Seminar internasional
Dari kiri, Citra Hennida S.IP., MA; Senior Programme Officer ASEAN University Network (AUN) Naparat Phirawattanakul; Pejabat Eselon 2 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dr. Ir. Dadan Kusdiana, M.Sc.; dan Technical Advisor for Development Financing Nations Programme Dr. Mohamad Ikhsan Modjo dalam seminar internasional ASEAN +3 Youth Conference and Cultural Program 2017, Selasa (21/11) di Aula AMERTA Gedung Manajemen UNAIR Kampus C.
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Laju perkembangan teknologi yang sangat cepat turut memengaruhi perubahan pola-pola sosial budaya masyarakat dunia. Pemuda, terutama mahasiswa era saat ini, dituntut bisa lebih aktif dalam merespons gejala-gejala tersebut.

Karena itu, bekerja sama dengan Duta Universitas Airlangga, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) KM 2017 Universitas Airlangga menggelar seminar internasional bertajuk ASEAN +3 Youth Conference and Cultural Program 2017, Selasa (21/11) di Aula AMERTA Gedung Manajemen UNAIR Kampus C. Kegiatan yang diikuti mahasiswa dari dalam maupun luar negeri, baik lingkup ASEAN maupun luar, tersebut mengangkat tema ”Sustainable Developments in Digital Era on ASEAN +3 Region”.

”Tema ini kami pilih sebagai bentuk implementasi program SDD (Sustainable Developments in Digital, Red) United Nations. Sebab, kita tahu bahwa Indonesia memang tergabung di situ. Dan, salah satu tugasnya mewujudkan program tersebut,” ujar Ketua Panitia Dani Gadang Puja Bimantara, mahasiswa ilmu politik 2016.

Hadir sebagai pembicara Senior Programme Officer ASEAN University Network (AUN) Naparat Phirawattanakul; Pejabat Eselon 2 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dr. Ir. Dadan Kusdiana, M.Sc.; Technical Advisor for Development Financing Nations Programme Dr. Mohamad Ikhsan Modjo; dan Sekda Kota Surabaya Ir. Hendro Gunawan. Sementara itu, Citra Hennida S.IP., MA menjadi moderator acara tersebut.

Memulai pemaparan pertama, Dadan menjelaskan tentang kondisi terkini energi di Indonesia. Baik progres target pemerintah maupun perbandingannya dengan kondisi energi secara global.

”Salah satu fokusnya adalah pemerataan pemenuhan energi listrik masyarakat. Misalnya dengan pembangunan PLTB (Pembangkit Listrik Tenaga Bayu, Red) Sidrap di Sulawesi,” ujarnya. Terkait tanggapan masyarakat soal harga BBM Indonesia yang mahal, menurut dia, hal itu sebenarnya justru terbalik.

”Sejujurnya (Harga BBM, Red) lebih murah Indonesia dibanding Thailand, Singapura, atau Malaysia,” imbuh Dandan.

Sementara itu, Naparat yang menjadi pembicara kedua memaparkan tantangan pendidikan dan beberapa isu di perguruan tinggi di dunia, terutama ASEAN. Salah satunya, kurangnya tenaga kerja yang terampil dan berpendidikan.

”India punya jutaan lulusan, tapi cuma sedikit yang layak untuk dipekerjakan,” ucapnya seperti yang dikutip dari The Wall Street Journal, Asia Education. ”Seperlima lulusan, tanpa pekerjaan setelah lulus kuliah,” imbuh Naparat sebagaimana dikutip dari The Telegraph.

Di sisi lain, Direktur Eksekutif Airlangga Global Engagement (AGE) Prof. Ni Nyoman Tri Puspaningsih yang mewakili UNAIR sangat mengapresiasi pelaksanaan event internasional tersebut. Dia berharap mahasiswa, terutama UNAIR, menjadi kreatif dan inovatif dalam mengisi dunia global yang akan datang.

”Itulah tantangan ke depan yang kita hadapi bersama. Karena itu, UNAIR sebagai institusi pendidikan bakal sering mengadakan event serupa sebagai ajang mengasah soft skill mahasiswa. Jadi, lulusannya dapat lebih siap menghadapi era digital,” jelasnya.

Diketahui, seminar tersebut dihadiri 300 peserta. Mereka dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Brawijaya (UB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Widya Mandala (UMW). Ada pula dari Brunei Darusalam, Malaysia, Nepal, Korea Selatan, Perancis, Pakistan, Jerman, dan Togo.

”Sekaligus ini adalah ajang sharing yang sangat penting dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 maupun education 4.0 antar mahasiswa lintas negara,” tutur Nyoman. (*)

Penulis: Ivo Hajar

Editor: Feri Fenoria

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone