ziarah wali
PESERTA ziarah makam Wali Songo ketika berdoa di sekitar makam Sunan Drajat di Kab. Lamongan. (Foto: Bambang Bes)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Jamaah Wali Songo Tenaga Kependidikan Universitas Airlangga, akan kembali mengadakan wisata religi ”Ziarah Makam Wali Songo” pada tanggal 24-26 Desember 2017. Hingga kini pendaftar peserta ziarah ke sembilan makam Wali ini sudah hampir tiga bus, dan masih terbuka bagi keluarga besar UNAIR dan famili atau komunitasnya untuk ikut dalam ziarah.

Koordinator panitia, Tri Suryanto menjelaskan, biaya untuk mengikuti ziaroh ini per orang Rp 600.000. Namun karena saat ini sudah kurang satu bulan dari pelaksanaan, maka peserta baru diharap membayar lunas biaya tersebut sekaligus.

”Mengapa harus sekali lunas, karena biaya ini sebenarnya bisa diangsur sejak setahun lalu. Saat itu dengan uang muka Rp 200 ribu dan sisanya diangsur hingga sebulan sebelum berangkat,” kata tokoh penggerak seni Reog di Surabaya ini.

Seperti pada wisata ziaroh tahun-tahun sebelumnya, termasuk ke sembilam makam Wali Songo, panitia membawa total ke-18 tempat yang akan dikunjungi. Dimulai dari ziarah ke Sunan Bungkul, ke Sunan Ampel dan ke Boto Putih, ketiganya di Kota Surabaya. Setelah itu bergeser ke Gresik berziarah di makam Sunan Giri dan Sunan Maulana Malik Ibrahim.

Berikutnya mengunjungi makam Sunan Drajat di Lamongan, dan ke makam Sunan Bonang di Kabupaten Tuban. Jika berangkat dari Surabaya pagi hari, biasanya sampai di Sunan Bonang sudah malam, sehabis Isya’. Kemudian malam itu juga menuju makam Sunan Muria di sebuah bukit di Gunung Muria, Kabupaten Jepara, Jateng.

ziarah wali
TAHUN lalu, peserta ziarah makam Wali Songo tendik UNAIR mencapai empat bus. Berangkat dari kampus B. (Foto: Bambang Bes)

Menjelang Subuh sudah sampai di makam Sunan Kudus, dan kemudian melaksanakan salat Subuh berjamaah di Masjid Kudus, masjid peninggalan wali yang kharismatik ini. Setelah itu bergerak menuju makam Sunan Kalijaga di Kadilangu, Kab. Demak (Jateng).

”Kemudian kita selingi berkunjung ke Gus Lutfi di Kaliwungu (Kendal), penemu makam ulama besar di Pekalongan. Kemudian sowan ke Mbah Maimun Zubair, ahli fiqih sekaligus muharrik (penggerak) siar agama di Rembang,” tambahnya.

Pada sore harinya menuju makam Sunan Gunung Jati di Cirebon. Biasanya sampai di bukit tempat makam Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah ini menjelang tengah malam. Setelah dari Cirebon maka menjalani perjalanan cukup lama hingga ke Sunan Pandanaran atau Sunan Bayat di bukit Jabalkat di Kabupaten Klaten (Jateng).

”Setelah refreshing secukupnya di Pasar Klewer Solo, terakhir kita berziarah ke makam Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) di Jombang, setelah itu kembali ke Surabaya,” tambah Tri Suryanto.

Hanya saja, daftar kunjungan wisata tersebut masih rencana. Artinya jika situasi dan kondisi dirasa kurang memungkinkan untuk dikunjungi, maka rute perjalanan wisata bisa berubah. Selain itu peserta dilarang mengajak anak kecil, dan peserta diharap membawa perlengkapan pribadi masing-masing.

”Sebelum berangkat ziarah ke makam Wali Songo, kami sarankan hendaknya ziarah ke makam keluarga terlebih dahulu,” katanya.

Pendaftaran bisa dilakukan pada 14 orang yang ditunjuk. Diantaranya Arifin (Fak Keperawatan), Supriyanto (sekuriti kampus B), Rianto (sekuriti kampus C), Sugeng (sekuriti kampus A), Syaiful (Fak Farmasi), Tri Suksmono (F-Hukum), Wawan (Psikologi), Agus Nuryadi (FST), Gufron (FKM), Eny Harwanti (FKG), Widyaningsih (FK), Widji (FEB), Eko Bambang (FISIP), dan Rahmad Setiawan (FIB). (*)

Penulis: Bambang Bes.

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone