Go green
Azwar Anas (dua dari kiri) menjadi salah seorang pembicara dalam Airpol 3.0 di Gedung Kahuripan Kantor Manajemen UNAIR Kampus C, Jum’at (17/11).
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Banyuwangi telah memulai upaya dalam mewujudkan go green transportation. Pembangunan green airport, Bandara Blimbingsari, menjadi salah satu realisasinya dalam mendukung terwujudnya transportasi ramah lingkungan.

Airport menjadi salah satu tools dalam mewujudkan program ini. Konsep green airport ini menjadi yang pertama di Indonesia,” ujar Azwar Anas dalam acara Airpol 3.0 di Gedung Kahuripan Kantor Manajemen UNAIR Kampus C, Jum’at (17/11).

Bupati Banyuwangi itu menyampaikan, mewujudkan go green transportation harus dikaitkan dengan policy. Anas mencontohkan area di sekitar bandara dengan trafficnya yang tinggi dipertahankan sebagai lahan hijau. Seluas 500 hektare tata ruangnya dipertahankan sebagai persawahan.

”Program Sedekah Oksigen, misalnya. Banyuwangi mengajak semua kalangan untuk bisa menanam pohon. Setidaknya di samping rumahnya,” tambah Anas.

Hadir dalam acara itu sebagai pakar transportasi, Tory Darmantoro menyampaikan bahwa universitas sudah saatnya terlibat dalam program tersebut. Sebagai institusi pendidikan, universitas bisa dijadikan role model dalam pengembangan green transportation.

Menurut dia, kegagalan perwujudan green transportation juga terletak pada kurang komitmennya perguruan tinggi dalam mendukung program itu. Misalnya, dengan kebijakan pembatasan penggunaan kendaraan pribadi.

”Masyarakat sendiri harus bisa menerjemahkannya (green transportation, Red) melalui perubahan perilaku. Bagi pemangku kebijakan, penyediaan fasilitas umum mesti direalisasikan. Tantangan soal green transportation lebih pada persoalan perubahan paradigma,” ucap Tory.

Di Surabaya, misalnya. Menurut dia, 1.300 lyn angkot tidak hanya diperbaiki. Transportasi yang terintegrasi dari kawasan pusat kota hingga menjangkau daerah satelit Surabaya juga dibangun. Jadi, kebijakan tersebut turut membantu mengubah perilaku masyarakat untuk beralih menggunakan angkutan umum.

Menanggapi hal itu, Direktur Sumber Daya Energi, Mineral, dan Pertambangan selaku perwakilan Bappenas Ir. Josaphat Rizal Primana menyampaikan bahwa pemerintah mulai membangun transportasi massal dalam menekan penggunaan kendaraan pribadi.

”Transportasi berbasis massal telah dibangun. Di antaranya, LRTdan MRT. Inilah upaya dalam mengurangi penggunaan kendaraan pribadi,” imbuhnya.

Pada 2050, Indonesia menarget bisa mengimplementasikan green transportation secara merata. Pemerintah, melalui Kementerian Kehutanan, juga mulai mengembangkan sumber energi terbarukan. Terutama yang berasal dari tumbuhan seperti tanaman jarak. (*)

Penulis: Helmy Rafsanjani

Editor: Feri Fenoria

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone