Indah Karsunawati
Alumnus berprestasi Inda Karsunawati. (Foto: Dok. Pribadi)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Berkesempatan merasakan kuliah di luar negeri dengan mendapatkan beasiswa adalah sebuah kebanggaan tersendiri. Itulah yang dirasakan Inda Karsunawati, alumnus prodi Fisika Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga, yang kini menempuh kuliah di Program Master of Biomedical Engineering, National Taiwan University of Science and Technology, Taiwan.

Beragam capaian membanggakan telah diraih mahasiswa yang akrab disapa Inda itu. Sejak memulai perkuliahan di NTUST pada Maret 2016 silam, bersama tim, Inda telah tujuh kali mengikuti berbagai konferensi, baik tingkat nasional Taiwan maupun internasional.

“Memang, konferensi menjadi syarat kelulusan sebelum seseorang menamatkan studi master,” katanya.

Inda mengaku bersyukur. Sebab, di NTUST, ia menemukan profesor yang begitu care untuk diajak diskusi dan konsultasi seputar keilmuan yang Inda tekuni, yakni Teknobiomedik.

Dalam dua bulan terakhir, atas konferensi yang ia ikuti, Inda bersama tim mendapatkan predikat sebagai The Best Poster pada 2017 Taiwan Biomechanics Workshop dan Excellent Poster pada 2017 Taiwan Biomechanics Annual Symposium. Inda yang bertindak sebagai penulis utama dalam timnya, mengalahkan ratusan peserta lain dari beragam perguruan tinggi di Taiwan. Dua konferensi itu masing-masing ia ikuti pada bulan 14 Oktober dan 18-19 November lalu.

“Sebenarnya hal menarik di sini (di NTUST, -red) adalah setiap dosen pembimbing akan mendorong mahasiswanya utuk ikut konferensi sebanyak-banyaknya, supaya bisa saling sharing tentang topik penelitian pada bidang tertentu,” ujar perempuan kelahiran Jombang, 30 November, 1991 itu.

Kebanyakan, karya tulis yang Inda ikutkan dalam konferensi adalah seputar teknik rehabilitasi. Di antaranya membahas tentang alat fitness untuk membantu rehabilitasi pasien stroke serta latihan sederhana untuk pasien stroke.

Selain konferensi, rupanya, di Negeri Formosa itu, Inda juga pernah unjuk kepiawaiannya dalam menari. Pada Februari 2017 lalu, ia dan tim memenangkan Juara III PPI Got Talent 2017 berupa pertunjukan Tari Saman (Kelompok 9 penari) yang berlangsung di Taipei Medical University, Taiwan. Ia dan tim juga meraih predikat performance favorit di ajang serupa.

Saat ini, Inda sedang disibukkan dengan urusan menyusun tesis. Sebab, sesuai rencana, ia akan lulus pada Februari 2018 mendatang. Karena ketekunan yang ia miliki, bahkan profesor yang membimbingnya pun menawarkan beasiswa S-3 untuk dirinya. Namun, Inda sedang menakar ulang perihal tawaran itu.

Selain sedang menyelesaikan tesis, Inda juga memiliki kesibukan sebagai Editor Pelaksana di Media Himpunan Mahasiswa Indonesia di Taiwan “YinNi Hao” sekaligus Sekretaris Universitas Terbuka Indonesia di Taiwan. (*)

Penulis : Binti Q. Masruroh

Editor   : Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone