Kampanye hate speech dan hoax
LAWAN: Salah seorang pembicara menjelaskan Meruwat Sangka pada Kamis (16/11). Yakni, kampanye sosial anti hate speech dan berita bohong atau hoax. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Maraknya fenomena kemunculan berita hoax di tengah masyarakat direspons BSO Penalaran Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga. Mereka meluncurkan Kampanye Meruwat Sangka pada Kamis (16/11). Yakni, sebuah kampanye sosial anti hate speech di dunia digital yang bisa diakses di http://meruwatsangka.org.

Kampanye itu merupakan suatu inisiatif BSO Penalaran FISIP dalam menanggapi fenomena tersebut. Terutama menyikapi respons pasif para pemuda atas gejala tersebut di masyarakat.

Meruwat Sangka ditujukan untuk memberikan edukasi soal arti pentingnya sikap kritis dan aktif pemuda dalam menanggulangi pesan-pesan kebencian serta berita palsu yang tersebar melalui hasil-hasil riset tim kampanye. Selain itu, dalam kampanye tersebut, beberapa kegiatan kampanye turut dikenalkan.

Yakni, Instagram & Facebook Photo Challenge. Di dalamnya, pemuda bakal diajak untuk menge-post deklarasi anti hate speech dan report berita hoax yang mereka temukan dengan menge-tag akun Kemkominfo.

Pilot project juga diadakan secara terbuka bagi pemuda di Surabaya berusia 15–25 tahun sebagai pioneer Meruwat Sangka. Yakni, melalui pembinaan dari stratagem untuk melaksanakan kegiatan aktif melawan hate speech. Baik melalui media sosial maupun street campaign.

Pilot project (Meruwat Sangka, Red) ini merupakan suatu kegiatan penting kampanye. Bukan hanya dalam mengedukasi pemuda Surabaya, tapi juga mendorong aksi aktif dalam mengurangi berita hoax yang bisa membahayakan kehidupan sosial,” ujar Anugrah Pratama selaku ketua BSO Penalaran FISIP.

Dengan kampanye itu, pemuda di Surabaya, terutama mahasiswa Universitas Airlangga, diharapkan tidak hanya memiliki pengetahuan atas bahaya berita hoax. Namun, mereka bisa bersuara dan berpartisipasi aktif dalam usaha mengurangi maraknya fenomena tersebut.

Kini kampanye Meruwat Sangka telah mendapatkan lebih dari 7.700 dukungan di laman Facebook. Jumlah itu diharapkan bisa terus bertambah, terutama melalui kontribusi mahasiswa UNAIR.

”Sangat penting buat semuanya, secara cerdas, menyaring berita-berita yang didengar atau broadcast message yang diterima. Tujuannya, kita bisa sehat secara pikiran serta dalam bersosialisasi,” tutur duo musisi Indonesia Endah N Rhesa mengenai Meruwat Sangka.

Kampanye tersebut sekaligus ditujukan sebagai usaha nyata BSO Penalaran FISIP dalam mengimplementasikan dan menjunjung tinggi nilai Excellence With Morality Universitas Airlangga demi menciptakan generasi muda yang bisa dibanggakan. (*)

Penulis: Delsia Apriliasari (Mahasiswa Ilmu Politik UNAIR 2016)

Editor: Feri Fenoria

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone