Ice Cream Party di Pagelaran Medspin 2017

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
medspin
Para siswa yang mengikuti Medspin, olimpiade besar yang diadakan oleh FK UNAIR. (Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS– Dari tahun ke tahun, animo peserta acara Medical Science and Application Competition (Medspin) 2017 Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) tak pernah surut. Tercatat ribuan pelajar SMA se-Indonesia bergabung menjadi peserta. Yang terjauh datang dari Manokwari, Papua.

Tahun 2017, Medspin tampil dengan tema Natural Disaster : Survival and Emergency Planning. Panitia Medspin 2017 mencatat, kali ini lomba sains terbesar seIndonesia yang diselenggarakan oleh FK UNAIR ini diikuti enam ribu tim pelajar SMA/sederajat kelas X, XI, dan XII baik negeri maupun swasta.

Ketua panitia Medspin 2017 Fadhil Abiyyu Yofi mengungkapkan keberhasilan ini tak lepas dari konsep pemerataan penyebaran peserta Medspin yang berhasil menjangkau dari berbagai wilayah di seluruh Indonesia dengan melibatkan 30 perwakilan provinsi di luar jangkauan panitia wilayah (panwil). Mulai dari Pekan Baru, Banjar Masin, Balikpapan, Samarinda, Makassar, Bali, hingga Lombok.

Perluasan akses peserta juga semakin dipermudah melalui pendaftaran dalam jaringan (online). Sehingga babak perempat final dapat diikuti oleh seluruh pelajar SMA/sederajat di seluruh Indonesia.

Pelaksanaan Medspin 2017 kali ini terdiri dari lima babak, yakni babak penyisihan, perempat final, semifinal, final, dan grand final. Babak penyisihan dilaksanakan secara serentak di 30 kota besar di Indonesia dan dilakukan secara online. Sedangkan babak quarter final, semifinal, final, dan grand final diselenggarakan di FK UNAIR, Surabaya.

Pelaksanaan babak penyisihan tersebut diselenggarakan secara serentak pada waktu yang telah ditentukan. Dalam babak seleksi kali ini, peserta diwajibkan menjawab soal-soal pilihan ganda yang dilaksanakan dengan ujian tulis tertutup pada lokasi-lokasi yang disediakan Medspin 2017 serta melalui ujian online pada modul ujian website Medspin 2017.

Sementara babak perempat final, semifinal, final, grand final, dan tambahan diselenggarakan di FK UNAIR yang berlangsung 18-19 November 2017.

Babak pertama perlombaan Medspin 2017, menguji kemampuan yang dilakukan serentak pada waktu yang sudah ditentukan. Penentuan cara ujian dilakukan peserta Medspin 2017 sejak masa pendaftaran.

Fadhil mengungkapkan, pendaftaran dibuka sejak bukan Juli hingga November 2017. Dari 6000 tim yang terdaftar, diseleksi 150 tim untuk masuk ke babak perempat final. Mereka kemudian kembali berkompetisi hingga terpilih 50 tim di babak final.

Puncaknya, terpilih lima juara terbaik yang berhak membawa pulang piala Menristek Dikti, Gubernur, dan juga piala Walikota Surabaya. Alhasil, tim 1 dari SMA Semesta Bilingual Boarding School, Semarang, berhasil menyabet juara 1 Medspin 2017.

Bagi peserta yang belum beruntung lolos ke babak final, panitia mengajak peserta muter-muter Surabaya. Dalam acara itu, peserta diajak jalan-jalan menuju sejumlah wisata ikonik di Surabaya, seperti Tugu Pahlawan dan Wisata Rasa dan Museum Bank Indonesia. Selain itu berlangusng pula sejumlah kegiatan lain seperti Ice Cream Party, pelatihan pemeriksaan tensi, dan talkshow.

Peserta juga diajak berkeliling kampus untuk memperkenalkan fasilitas yang tersedia di FK UNAIR. Seperti Museum Pendidikan Dokter, ruang kuliah, praktikum, dekanat, serta ruang praktikum anatomi.

Dalam penyelenggaraan Medspin kali ini, Fadhil beserta tim seperti mendapat pengalaman berbeda. Fadhil mengaku, penyelenggaraan kegiatan ini bersamaan dengan rutinitas perkuliahan yang sedang padat.

“Kami benar-benar harus bisa bagi waktu. Karena pas lagi hectic sama kuliah, tapi juga harus mempersiapkan acara ini semaksimal mungkin. Minggu masih acara, sementara Senin-nya sudah harus ujian,” ungkapnya.

Meski begitu, Fadhil merasa mendapat banyak pengalaman berharga sebagai panitia. Selain menambah pengalaman baru sebagai panitia acara olimpiade terbesar ke dua setelah Olimpiade Sains Nasiona (OSN), Fadhil merasa kegiatan ini juga bermanfaat dalam mengasah kemampuan softskill serta merekatkan keakraban dan kekompakan antar tim  panitia yang lain. (*)

Penulis: Sefya Hayu Istighfaricha

Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu