Tari Remo
Adik-adik dari POTADS riang gembira di atas panggung menyajikan Tari Remo sebagai ucapan selamat datang. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Departemen Pengabdian Masyarakat (Pengmas) BEM FEB UNAIR kembali mengehelat acara “Kita Peduli”, Sabtu (4/11). Kegiatan tahunan ini merupakan wujud kepedulian bersama, khususnya mahasiswa FEB UNAIR kepada masyarakat sekitar yang layak diapresiasi, meskipun hidup dalam kekurangan.

“Kegiatan ini esensinya adalah semangat berbagi untuk mahasiswa yang sudah seharusnya integral dengan masyarakat. Semoga kita peduli 2017 ini dapat memberikan manfaat dan mencerminkan kepedulian kepada masyarakat,” tutur Fajar Pratomo, selaku Ketua BEM FEB UNAIR 2017 dalam sambutannya.

Kegiatan itu juga dimeriahkan oleh beberapa penampilan dari Perkumpulan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS), Yayasan Pendidikan Anak Buta (YPAB), Komunitas Musisi Jalan, Macoustic, dan ITS Jaszz. Tidak hanya itu, berbagai komunitas seperti Komunitas Pecinta Sugar Glider Indonesia, Ular, Burung Hantu, hingga Sang Surya (Komunitas Pecinta Musang).

Bertempat di lapangan Magister Manajemen (MM) UNAIR Kampus B, para pengunjung dengan sepuasnya dapat membeli Special Bazaar dari pedagang dhuafa yang usianya tak muda lagi, namun masih harus berjuang mencukupi kebutuhan hidup. Mulai dari tukang bakso sepeda yang biasa berjualan di sekitar Kampus B, penjual pop ice, hingga gado-gado. Setiap pembelian dapat menggunakan kupon masuk yang dipatok tarif hanya Rp 10.000.

Antusias para pengunjung tidak hanya dari kalangan mahasiswa, adik-adik dari POTADS riang gembira di atas panggung menyajikan Tari Remo sebagai ucapan selamat datang. Berbalut kostum menari berwarna merah dengan selendang putih, mereka menari dan membuat pengunjung terkagum.

Lilik sebagai wakil ketua POTADS menjelaskan bahwa latihan tari remo ini khusus ditampilkan di kegiatan ini karena sebelumnya tidak pernah tampil pada malam hari.

“Untuk waktu latihannya butuh 6 bulan, biasanya kami berlatih di PK3S Trenggilis setiap sabtu. Teman-teman dari FEB sangat mendukung dengan berkunjung saat kami berlatih,” tutur Lilik.

Selain itu, mereka juga menampilkan tarian baby shark dan free dance. Syauqi, salah satunya dengan riang menari baby shark dan Novan yang memberikan free dance membuat lapangan MM semakin meriah. Bahkan, para pengunjung ikut berjoget bersama.

Selain itu, adik-adik dari YPAB turut memberikan penampilan terbaiknya dengan permainan angklung dengan berbagai lagu, mulai dari genre pop hingga dangdut.

“Menurut saya kegiatan ini benar-benar bermanfaat dan perlu diadakan lagi,” kesan Riza Khoiriyah, salah satu pengunjung yang hadir.

Penulis : Siti Nur Umami

Editor : Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone