rumah sakit
DARI kiri ke kanan, Ketua IKA-FK Dr. Pudjo Hartono, Dekan FK Prof. Soetojo, Ketua IKA-UA Wilayah Jatim dr, Hendy Hendarto, dan Sekjen IKA-UA Budi Widajanto usai mencet bel kapal di dek III, sbg tanda peresmian RST “Ksatria Airlangga”, Sabtu (11/11). (Foto: Bambang Bes)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Tak seorang pun yang tidak menyatakan bangga, lega, dan bersyukur atas dioperasikannya Rumah Sakit Terapung (RST) “Ksatria Airlangga”. Itulah gambaran ekspresif yang terpancar dari raut muka para pimpinan dan alumni Universitas Airlangga yang hadir, ketika karya anak bangsa Alumni UNAIR ini di-launching, di Pelabuhan Tanjung Perak, tepatnya di dermaga Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya, Sabtu (11/11) petang.

Dekan Fakultas Kedokteran Prof. Dr. Soetojo, dr., Sp.U(K), Sekjen PP IKA-UA Dr. Budi Widajanto, Ketua IKA-UA Wilayah Jawa Timur Dr. Hendy Hendarto, Sp.OG., dan Ketua IKA FK UNAIR Dr. Pudjo Hartono, dr., Sp.OG., menandai launching dengan bersama-sama memencet sirine (klakson) kapal. Ratusan alumni dan undangan yang hadir pun sontak bersorak-sorai.

Bersamaan dengan itu kapal Phinisi selebar 7,5 meter dan panjang 27 meter itu bergerak pelan meninggalkan dermaga. Tidak kemana-mana, hanya berlayar simbolis berkeliling sekitar Tanjung Perak hingga Pelabuhan Gresik. Nahkoda Mudatsir, petang itu menjalankan kapal RST dengan kecepatan 12 knot. Kemudian puluhan alumni dan ABK pun, bersama RST kebanggan ini kembali merapat di dermaga Kesyahbandaran tepat pukul 18.30 WIB.

rumah sakit
KAPAL phinisi sebagai Rumah Sakit Terapung “Ksatria Airlangga”, yang diluncurkan. (Foto: Bambang Bes)

”Puas sekali, bahwa akhirnya RS Terapung Universitas Airlangga ini benar-benar bisa dioperasionalkan untuk bakti sosial pelayanan kesehatan untuk masyarakat di pulau-pulau terpencil dan terluar Indonesia,” kata Dekan FK Prof. Soetojo kepada wartawan.

Hal senada juga disampaikan Dr. Pudjo Hartono, Sp.OG., Ketua IKA-FK dan Ketua II PP IKA-UA, bahwa ide pembuatan RST yang berawal dari para alumni FK UNAIR ini benar-benar jadi kenyataan. Ide itu berawal dari realita tugas sehari-hari yang dijalani sejawat alumni FK yang berdinas di kawasan kepulauan di Provinsi Maluku, Agus Haryanto, dr., Sp.B., akhirnya bisa diperluas dan diwujudkan oleh IKA UNAIR ini.

”Jadi kapal yang kami bikin di galangan phinisi di Galesong, Sulsel, ini diprakarsai Alumni UNAIR untuk pengabdian kesehatan bagi saudara kita yang sangat membutuhkan yankes di kepulauan terpencil. Wilayah Indonesia ini luas. Mudah-mudahan model ini nanti diikuti pihak lain untuk tujuan yang sama, membantu pemerintah dalam pemerataan pelayanan kesehatan,” tambah Dr. Pudjo Hartono, kepada wartawan di kamar operasi RST.

Pada Sabtu pagi hingga siang, sebelum peluncuran RST, juga diadakan “Festival Alumni” di Aula FK UNAIR, kampus A. Kegiatannya berupa diskusi dengan tema ”Peran Alumni, Apa yang Akan Kita Lakukan Sebagai Alumni?” menghadirkan alumni dari berbagai fakultas di UNAIR.

Hadir antara lain Rektor UNAIR Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak., CMA., Ka Dinas Kesehatan Jatim Dr. dr. Kohar Hari Santoso, Sp.An. KIC.KAP., Ketua PERDATIN (Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia) Dr. Andi Wahyuningsih Attas, Sp.An., KIC. MARS., Dekan FK UNAIR Prof. Soetojo, Ketua Yayasan Ksatria Medika Airlangga (YMKA) Dr. dr. Christrijogo Sumartono, Sp.An.KAR., dr M. Adib Kumaidi SpOT (Sekjen IDI Pusat) dan ratusan alumni UNAIR lainnya.

PARA Alumni UNAIR, diantaranya Dekan FK dan pengurus IDI Pusat dr M. Adib Kumaidi Sp.OT (Sekjen) ada diantara alumni yang mengikuti peluncuran RST Ksatria Airlangga. (Foto: Bambang Bes)

Pada diskusi inilah Dr. Pudjo Hartono dan Dr. Christrijogo selaku YKMA berharap adanya partisipasi para alumni UNAIR untuk ikut dalam proyek sosial kemanusiaan ini. Hal itu disampaikan ke forum karena biaya operasional RST “Ksatria Airlangga” itu relatif mahal, Rp 4 milyar/tahun. Jadi akan berat jika hanya mengandalkan uluran partisipasi alumni.

Untuk itu, dalam diskusi tersebut, semua sepakat bahwa selain peran alumni juga sangat diperlukan sejawat alumni UNAIR yang tersebar di berbagai instansi dan perusahaan besar untuk ikut mengupayakan memperoleh dana dari program Corporate Social Responsibility (CSR) dan donatur lainnya. Seperti yang disampaikan Amang Rofi’i, SH., ia akan berusaha menghubungkan dengan PT PAL untuk mendapatkan bantuan parkir (sandar) bagi kapal RST ini. Semoga sukses. (*)

Penulis: Bambang Bes

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone