Sidang Universitas, Rektor: UNAIR Bisa karena Bersama-sama

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Sidang Universitas
Rektor UNAIR Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., MT., AK., CMA., dalam Sidang Universitas Dies Natalis Ke-63 UNAIR. (Foto: Helmy Rafsanjani)

UNAIR NEWS – Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri terkemuka di Indonesia timur, Universitas Airlangga terus mengukir capaian-capaian yang positif hingga usia ke-63 tahun. Hal itu disampaikan oleh Rektor UNAIR Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., MT., AK., CMA., dalam Sidang Universitas Dies Natalis Ke-63 UNAIR pada Jum’at (10/11).

“Kebersamaan dan kesatuan langkah merupakan kunci utama mencapai itu semua. Terima kasih kepada semua pihak atas dukungannya selama ini,” ujarnya.

Prof. Nasih menuturkan, kini UNAIR terus melakukan berbagai perbaikan dalam segala bidang.  Terutama sebagai jawaban atas tantangan pemerintah, yaitu masuk 500 WCU (world class university) pada 2019. Bidang-bidang tersebut meliputi sumber daya manusia (SDM), pendidikan, sarana dan prasarana, serta penelitian atau research.

Pada bidang SDM, misalnya. Kualitas tenaga pendidik terus ditingkatkan. Berdasar data sampai akhir Oktober 2017, total ada 1.861 dosen di UNAIR. Komposisi pendidikannya, master dan doktor (SP1 & SP2) mencapai 12 persen, S3 (32 persen), S2 (48 persen), dan S1 (2 persen). Targetnya, pada 2020, dosen berpendidikan S3 mencapai minimal 52 persen.

Sementara itu, untuk tenaga kependidikan, komposisinya meliputi 1.085 orang berstatus PNS, 7 karyawan tetap non-PNS, 705 honorer, 768 kontrak.

“Nanti malam diumumkan hasil seleksi karyawan tetap non-PNS dari tenaga honorer. Bukan diterima atau tidak diterima, tapi jabatan mereka dinaikan dan belum. Inilah salah satu bentuk perhatian kami,” ungkapnya.

Bidang pendidikan, Nasih menambahkan bahwa akreditasi Program studi (prodi) juga terus ditingkatkan. Berdasar data dari Direktorat Pendidikan UNAIR per Oktober 2017, yang berakreditasi A mencapai 98 prodi. Yang berakreditasi B, 46 prodi. Dan yang C, 2 prodi.

Selain itu, UNAIR berkomitmen melakukan akreditasi internasional agar bisa setara dengan PT luar negeri. Sesuai dengan data badan penjaminan mutu, total ada 13 prodi S1 yang tersertifikasi  ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN-QA). Termasuk terdapat satu prodi S1 berakreditasi Abest21, lembaga akreditasi internasional yang didirikan pada 2005.

Sebagai upaya peningkatan kapasitas institusi dalam manajemen, terutama berstandar internasional, UNAIR mengembangkan sistem manajemen mutu Airlangga Integrated Management System (AIMS) berbasis ISO 9001; 2015, IEA 2; 2007, Malcolm Baldrige pada Desember 2009.

Selanjutnya, di bidang research, berdasar data di database Scopus dan ISI Thompson Reuters, terdapat peningkatan 19.8 persen jumlah publikasi (392 artikel per 3 November 2017) dibanding 2016. Jika dirata-rata, setiap tahun terjadi peningkatan mencapai 60,2 persen.

Perinciannya, berdasar data Sistem Informasi Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (Simlitabmas) Ristekdikti, UNAIR tercatat melakukan 622 penelitian pada 2017. Selanjutnya, dalam jurnal internasional, terdapat 393 publikasi di Scopus dan 70 publikasi di ISI Thompson Reuters pada 2017.

Prof. Nasih mengungkapkan, peningkatan-peningkatan itulah yang terus dilakukan. Selain itu, kerja sama dan soliditas antar unsur pendukung mesti terus ditingkatkan.

“Sekali lagi saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semuanya. Guru besar, dekan, ketua-ketua prodi, dosen, juga alumni. Termasuk mitra dan kolega-kolega Universitas Airlangga selama ini,” tuturnya.

Pada akhir, Prof. Nasih berpesan, baik kepada civitas akademika maupun lainnya agar terus berjuang menjadi pahlawan.

“Jadilah pahlawan yang menciptakan kemandirian. Pahlawan yang mengerjakan kebebasan. Pahlawan yang tidak menciptakan penjajahan. Namun, pahlawan yang membebaskan masyarakat, Indonesia, dari penjajahan,” tuturnya.

Sementara itu, dalam sidang tersebut, hadir sebagai orator Menteri Energi Sumber Daya Mineral sekaligus alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAIR Ignasius Jonan. Juga, anggota Majelis Wali Amanat Universitas Airlangga Dr. H.C. Chairul Tandjung. Termasuk jajaran pejabat dari TNI dan Polri. (*)

Penulis: Feri Fenoria

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu