Rektor Unair Prof. Moh. Nasih bersama ketua IKA Alumni Drs. Ec. Haryanto Basoeni dan Drs. Koko Srimulyo M.Si. melakukan permainan kebut doro di halaman kampus C UNAIR [foto: Helmy Rafsanjani]
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Indonesia Adil dan Beradab menjadi tema besar peringatan 63 Tahun Universitas Airlangga yang bakal jatuh pada 10 November mendatang. Meski puncak Dies Natalis masih bulan depan, semarak kemeriahan sudah bisa dirasakan. Salah satunya dengan peringatan Minggu Sehat Ceria yang dilangsungkan pada hari Minggu (22/10).

Ditanya mengenai tema Dies Natalis yang sama dengan tahun sebelumnya, Prof. Moh. Nasih selaku Rektor UNAIR mengatakan bahwa hal ini menjadi salah satu bukti keberadaan UNAIR yang diharapkan bisa berkontribusi mewujudkan Indonesia yang berkeadilan dan beradab.

“Paling tidak untuk lima tahun ke depan tema kita akan berkutat pada hal yang sama. Ini memang menjadi bukti bahwa fungsi dari perguruan tinggi juga mengarah ke situ,” jelasnya.

Beragam Lomba

Mengenai berbagai lomba yang dihelat, utamanya lomba Merpati Balap, Nasih mengatakan bahwa hal ini adalah bentuk upaya melestarikan berbagai perlombaan tradisional. Selain agar tidak punah oleh kemajuan teknologi, bagi Nasih lomba ini bisa menjadi salah satu upaya untuk memelihara tradisi yang sudah ada.

“Terkait lomba memang kita mencoba banyak hal yang sifatnya tradisional dan kita harus rawat hal itu agar tidak punah,” tandas Nasih.

Senada dengan Nasih, Drs. Koko Srimulyo M.Si., selaku Sekretaris Universitas mengatakan bahwa berbagai kegiatan lomba dalam satu bingkai Minggu Sehat Ceria ini merupakan wahana untuk semakin menyatukan civitas akademika dengan warga masyarakat.

“Ini adalah sarana bagi UNAIR agar semakin dekat dengan masyarakat. Saya berharap semoga acara yang seperti ini bisa terus berlangsung,” terang Koko.

Ditemui disela kegiatan Minggu Sehat Ceria yang begitu meriah, Dr. Nurul Hartini selaku ketua panitia mengatakan, alasan memadukan beragam kegiatan lomba menjadi satu bingkai acara adalah untuk membumikan semarak Dies Natalis. Selain itu, bagi Nurul dengan kegiatan yang dibingkai dalam satu acara bisa menjadikan kerekatan antara civitas dan warga semakin terjalin.

“Kegiatan yang kami padukan ini semoga bisa menjadi ajang tali silaturahim dan merekatkan civitas dengan masyarakat. Harapannya agar mereka merasa memiliki UNAIR,” papar Nurul.

Nurul juga mengaku bahwa kesuksesan semarak lomba mulai senam, bakar ikan, balap merpati, serta berbagai rangkaian kegiatan lainnya merupakan hasil kerja bersama.

“Kunci untuk bekerja dengan acara yang beragam adalah di koordinasi. Jadi kalau ditanya hari ini keberhasilan siapa, ini keberhasilan bersama,” tandasnya. (*)

Penulis : Nuri Hermawan

Editor   : Helmy Rafsanjani

Video terkait:

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone