toefl
Ilustrasi TOEFL. (Sumber: IIUM Today)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Persaingan secara global ke depan akan bergerak semakin cepat. Untuk menghadapi itu semua, mahasiswa juga harus dibekali dengan kemampuan bahasa asing yang baik, khususnya bahasa Inggris sebagai bahasa internasional.

Beberapa perguruan tinggi negeri mengharuskan mahasiswanya untuk lolos Test of English as a Foreign Language (TOEFL) atau English Language Profiency Test (ELPT) sebagai media pengukur kemampuan berbahasa Inggris dengan skor yang telah ditentukan, tak terkecuali Universitas Airlangga.

Namun pada kenyataannya, TOEFL atau ELPT masih menjadi momok bagi mahasiswa yang akan menyelesaikan perkuliahan mereka. UNAIR sendiri telah menentukan skor minimal TOEFL untuk jenjang S-1 yakni sebesar 450, kecuali 550 untuk prodi Sastra Inggris, dan 500 untuk jenjang S-2 dan S-3.

Berikut hasil wawancara dengan Sidarta Prassetyo, S.S., M.A. TESOL dosen prodi D-3 Bahasa Inggris Fakultas Vokasi UNAIR mengenai tips yang bisa diaplikasikan untuk mempersiapkan TOEFL ataupun ELPT bagi mahasiswa.

  1. Pahami kelemahan

Lolos tes ELPT di UNAIR tidak hanya sebagai syarat wisuda, namun juga ketika mahasiswa sudah terdaftar menjadi mahasiswa baru. Para mahasiswa baru diharuskan untuk mengikuti ELPT guna mengukur kemapuan berbahasa Inggris mereka. Dari skor inilah, mahasiswa  bisa melihat kelemahan ELPT pada diri masing masing, baik pada kategori listening (mendengar), grammar (struktur kalimat) maupun reading (membaca).

Setelah mengetahui kelemahan, mahasiswa harus berlatih soal pada kategori yang lemah. Misalnya lemah pada grammar, maka harus perbanyak berlatih soal ELPT grammar. Durasi kuliah selama empat tahun memungkinkan mahasiswa untuk terus berlatih demi mencapai tes TOEFL yang sempurna. Tidak ada kata rugi dalam belajar TOEFL/ELPT.

  1. Niat dan motivasi diri sendiri

Hal yang paling penting dalam melakukan segala sesuatu memang niat. Sidarta berpendapat bahwa jika seorang mahasiswa tidak memiliki niat untuk mengerjakan ELPT dari awal, hingga di ujung kuliahnya pun nanti akan begitu. Maka dari itu, niat dibutuhkan untuk memulai belajar ELPT.

  1. Perhitungan target melalui Conversion Table

Pada buku pembelajaran ELPT yang dibuat oleh Pusat Bahasa UNAIR, di halaman paling depan terdapat score conversion table dimana mahasiswa dapat mengetahui jumlah nilai benar dan bobot nilai benar dari masing section yang diujikan di tes TOEFL/ELPT. Dari sini, mahasiswa mendapat gambaran berapa jumlah soal yang harus benar untuk mendapatkan skor yang diinginkan, dan, kemudian, menentukan jenis soal mana saja yang harus diprioritaskan dalam pengerjaan karena terkadang untuk mendapatkan skor 450 mahasiswa hanya perlu menjawab benar kurang lebih 50% saja dari seluruh soal di masing-masing section.

  1. Berlatih

Berlatih adalah cara paling penting dalam belajar ELPT. Luangkanlah waktu 2- 3 jam untuk belajar ELPT melalui buku latihan maupun internet. Banyak contoh soal ELPT di internet yang bisa dimanfaatkan secara cuma-cuma. Tak jarang, bahkan di sana juga terdapat soal latihan serta pembahasan.

UNAIR secara periodik menyelenggarakan pelatihan ELPT dan TRY OUT secara gratis yang bisa diiikuti mahasiswa. Untuk itu, mahasiswa dihimbau sering melihat laman resmi Pusat Bahasa ataupun mencari informasi tersebut langsung ke Pusat Bahasa di Kampus B UNAIR.

Sidarta mengatakan, untuk belajar listening ELPT sebaiknya mempelajari khusus listening comprehension yang memang dirancang untuk TOEFL/ELPT. Di bagian ini terdapat 3 (tiga) bagian dengan karakter yang berbeda. Misalnya, Part A yang berisi 30 (tiga puluh) dialog pendek yang langsung diikuti oleh pertanyaan. Hampir sebagian besar soal di section ini berupa pemahaman, bukan dictation. Sehingga, ‘menangkap’ setiap kata atau bunyi yang diperdengarkan saja belum cukup karena tahap berikutnya adalah mahasiswa harus mampu memahami dan, kemudian, memilih jawaban yang biasanya berisi sinonim dari kata atau frasa yang telah diperdengarkan. Demikian pula di Grammar Section, ada dua pola pertanyaan yang disajikan di section ini dan Mahasiswa harus tahu perbedaan dan cara menjawabnya karena ada hubungannya dengan time management. 40 soal grammar harus diselesaikan dalam waktu 25 menit, dimana masing-masing soal membutuhkan waktu sekitar 37,5 detik atau setengah menitan.

“Kumpulkan sebanyak-banyaknya pengetahuan grammar anda sebagai bekal mengerjakan ELPT. Untuk reading, anda hanya harus belajar bagaimana membaca cepat dan menemukan poin bacaan. Mulailah belajar mengumpulkan kosakata-kosakata yang jarang anda ketahui dan mulai mengingat,” ujar Sidarta.

  1. Metode Belajar

Ketika belajar sendiri maupun berkelompok, biasanya mahasiswa akan terbawa dengan suasana santai tanpa tekanan. Nah, cobalah untuk mulai belajar di bawah tekanan dengan cara beri batas waktu untuk setiap pengerjaan soal. Serta, beri minimum skor pada latihan ketika belajar. Ini merupakan bentuk simulasi ketika berada di ruangan tes ELPT nanti. Jadi, dengan metode belajar tersebut, mahasiswa tidak merasa kaget dan panik dengan keadaan waktu tes ELPT yang sebenarnya.

Waktu Tes

  • Usahakan datang 30 hingga 15 menit sebelum tes tiba untuk bisa beradaptasi dengan ruangan tes
  • Siapkan semua perlengkapan, mulai dari alat tulis, penghapus, hingga nomor tes. Sediakan juga alat tulis cadangan jika sewaktu-waktu di tengah jalan pensil terputus
  • Tenangkan diri dan berdoa
  • Atur konsentrasi, usahakan semangat jangan menurun. Jaga kestabilan kosentrasi untuk menjawab soal hingga selesai.
  • Saat tiba pada kategori listening, perhatikan seksama conversation antara dua orang maupun single lecture. Jangan tergesa, dengarkan perintah pada conversation
  • Grammar, kategori ini memang dirasa paling sulit. Namun yang pertama harus dilakukan adalah analisis kalimat, tentukan subjek, predikat, dan objek kalimat. Subjek dan predikat tidak selalu terangkai dalam satu rangkaian, tetapi bisa terpisah. Analisa tenses dan juga pola kalimat. Untuk itu, sangat penting untuk memperkaya pengetahuan gramatikal bahasa Inggris.
  • Reading, merupakan bagian terakhir ELPT. Sebagian besar mahasiswa mengalami penurunan semangat pada babak ini karena sudah terkuras di sesi pertama dan kedua. Namun, reading juga membutuhkan kosentrasi lebih.

“Jangan terpengaruh oleh panjang pendek dari sebuah bacaan, karena itu tidak mempengaruhi mudah sulitnya jawaban. Lakukanlah baca cepat pada sesi ini, jangan terlena untuk membaca hingga memahami arti benar-benar karena akan menguras banyak waktu,” ujar Sidarta.

Pada sesi reading, biasanya pertanyaan tentang  main idea menghabiskan waktu pengerjaan paling banyak karena adakalanya mahasiswa harus membaca semuanya hanya untuk satu soal saja. Sebaiknya, pada sesi ini mulai mengerjakan pertanyaan yang paling mudah dan paling cepat untuk dikerjakan seperti pertanyaan “reference” dan juga mencari synonym kata yang tidak mengharuskan membaca semua kembali. Ini dapat membantu anda mengisi poin-poin pada kategori reading dan, yang lebih penting, mengetahui jenis-jenis pertanyaan dalam reading akan berkontribusi besar terhadap pengelolaan waktu pengerjaan.

Jika waktu masih tersisa, gunakan untuk meneliti kembali jawaban tes. Usahakan jawaban sesuai target yang dibuat. Tidak ada pengurangan nilai jika ada jawaban salah, jadi pastikan semua kolom jawaban terisi. Siapa tahu anda beruntung dan jawaban yang anda pilih benar. Kalau salah, paling tidak anda sudah mencoba untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan.

Berikut tadi adalah beberapa tips dan trik yang bisa kami bagi untuk anda. Durasi kuliah yang cukup panjang bisa anda gunakan sebaik-baiknya untuk belajar ELPT. Jangan menunggu waktu mendekati kelulusan baru mengurus segalanya. Karena belajar membutuhkan proses, proses juga tak akan mengkhianati usaha. (*)

Penulis : Faridah Hariyani

Editor : Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone