Tim BAPOMI Jatim Sementara Bertahan di Lima Besar POMNAS 2017

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
jatim
ATLET Tarung Derajat Jawa Timur, Bima Putera, berada di podium teratas ketika meraih medali emas, foto bersama Guru Muda Tarung Derajat dan Pengcab TD Jawa Timur. (Foto: Bambang Bes)

UNAIR NEWS – Arena Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XV di Makassar, terus bergemuruh beradu prestasi memasuki hari kelima, Rabu (18/10) kemarin. Sebagaimana juga dalam perhelatan POMNAS sebelum-sebelumnya, tim POMNAS asal BAPOMI (Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia) daerah, masih sulit untuk bisa menggeser posisi DKI Jakarta.

Ibu kota sebagai pusatnya berbagai Pelatnas (pemusatan latihan nasional) cabang olahraga (cabor) itu, masih terlalu perkasa untuk ditaklukkan. Pesaing terdekatnya, tetapi bukan pesaing terberatnya, antara dari BAPOMI Jabar, Jatim, dan Jateng. Namun pada POMNAS Ke-15 di Kota “Anging Mamiri” ini, tuan rumah Sumsel menyodok di posisi ketiga.

Dalam perolehan medali sementara sampai hari kelima, Rabu (18/10) malam, DKI kokoh memimpin di posisi teratas dengan 29 medali emas, 18 perak dan 16 perunggu (29-18-16). Posisi kedua Jawa Barat dengan komposisi medali 18-15-16. Sulsel meraih 11-7-11, sedang Jawa Timur di urutan empat besar dengan 9 emas, 15 perak, 20 perunggu (di klasemen baru tertulis 10 perunggu).

jatim
DAFTAR klasemen sementara perolehan medali, hari kelima POMNAS Ke-15 Makassar, Rabu (1810). (Foto: Buletin POMNAS)

”Itulah hasil terbaik dan maksimal yang bisa kami persembahkan dengan atlet juara POMDA atau Selekda, dan bukan atlet mahasiswa terbaik yang dimiliki Jawa Timur yang berasal dari 30 perguruan tinggi,” tandas Dr. Edy Mintarto, M.Kes., Ketua Kontingen BAPOMI Jatim ke ajang POMNAS di Makassar, dalam evaluasi harian di Hotel Grand Asia Makassar, Rabu (18/10) malam.

”Sehingga dalam keikutsertaan POMNAS tahun 2017 ini, kekuatan Jatim berbeda dengan kekuatan POMNAS sebelumnya. Maka dengan tetap berada di lima besar, sudah alhamdulillah,” tambahnya.

Jawa Timur di hari kelima ini banyak mendulang medali perak. Tercatat menambah 15 medali perak. Jatim banyak gagal menjadi yang terbaik, rata-rata ketika di final berhadapan dengan kekuatan utama atlet DKI dan “kekuatan” tuan rumah Sulsel.

Sampai hari kelima ini, prestasi Jatim disumbang terbesar dari cabang renang yang menyumbang 3 emas, 5 perak, 4 perunggu (3-5-4), kemudian Tarung Derajat yang sudah menyelesaikan pertarungan dengan meraih 2-3-3. Cabang catur menyumbangkan 1 emas, 5 perak, 3 perunggu. Selanjutnya atletik menyumbang 1 emas dan 4 perak.

”Baik tim takraw putera maupun puteri, di partai final semua melawan tuan rumah Sulsel, cabor andalannya. Jika tidak dihadang oleh situasi non-teknis, takraw Jatim yakin keduanya bisa emas. Namun yang juara kali ini hanya tim putri, sedang tim putera meraih perak,” kata Edy Mintarto.

Peraih medali yang lain di tim Jatim adalah Pencak Silat (0-1-5/pertandingan belum selesai), lalu Karate (juga belum selesai) sementara meraih 1 perak, Petanque 3 perunggu, dan bulutangkis sementara menyumbangkan 1 perunggu di nomor beregu.

Jatim yang diperkuat atlet mahasiswa Unesa, UNAIR, UB, UM, Ubaya, dan belasan PTS lainnya, kemungkinan masih menambah medali emas, karena atlet-atletnya akan bertanding di babak final. Misalnya di dua nomor cabor tennis lapangan, pencak silat, karate, kempo, basket, dan bola voli indoor. (*)

Penulis: Bambang Bes

 

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu